Bacaan: Filipi 4 : 10 – 15 | Pujian : KJ. 424
Nats: “Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku” (Ay.14)
Ada salah satu acara televisi yang bernama Peduli Kasih. Pada acara tersebut menayangkan bagaimana tim dari Peduli Kasih ini memberikan bantuan makanan, minuman kepada mereka yang kekurangan. Disamping memberikan bantuan makanan dan minuman, Tim Peduli Kasih ini juga memberikan bantuan pengobatan gratis bagi saudara-saudara yang mengalami sakit. Contohnya seperti operasi bibir sumbing, operasi katarak, dll. Tentunya program ini sangatlah bermanfaat dan dirasakan sangat membantu bagi warga masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Pada bacaan kita diceritakan kehidupan jemaat di kota Filipi yang meneladani kepedulian Kristus. Kepedulian mereka itu ditunjukkan dengan cara memberikan perhatian kepada Paulus yang sedang mengalami kesusahan (ada di penjara) karena Injil yang dia diberitakan. Jemaat Filipi menunjukkan kepeduliaannya itu melalui dukungan doa dan bantuan kepada Paulus. Hal itu mereka lakukan di tengah kesulitan hidup yang mereka alami karena adanya tantangan perpecahan yang dialami oleh Jemaat Filipi. Ditengah kesulitan dan tantangan hidup yang ada, mereka masih dapat menunjukkan kepedulian mereka. Ini yang sangat dihargai oleh Rasul Paulus, sehingga dia sangat berterima kasih kepada jemaat Filipi.
Gereja sebagai persekutuan umat beriman juga dapat mengalami ancaman perpecahan, termasuk dalam tubuh GKJW. Hal ini dapat terjadi ketika orang-orang yang ada di dalam persekutuan itu hanya mementingkan kepentingannya sendiri dan mengedepankan egonya. Salah satu cara untuk merawat keutuhan persekutuan di dalam jemaat adalah dengan menunjukkan rasa peduli, seperti yang telah ditunjukkan oleh Kristus dan jemaat Filipi. Jika kita peduli dengan orang lain, maka kita hidup saling mengasihi, memperhatikan, menguatkan orang yang ada di sekitar kita. Jika kita saling peduli, maka persekutuan di tengah jemaat kita menjadi semakin erat, karena yang diperhatikan adalah kepentingan bersama, kepentingan persekutuan, bukan individu-individu yang ada. Oleh karena itu jika Allah sungguh-sungguh peduli kepada kita, mari kita juga terus memiliki kepedulian kepada saudara kita. Yakinlah pasti kita bisa! (DC)
“Rasa peduli yang kita tunjukkan, tidak hanya membuat orang lain bahagia, tetapi juga dapat mempererat persaudaraan dan mengikat persekutuan.”