Jangan Tawar Hati! Pancaran Air Hidup 30 Desember 2022

30 December 2022

Bacaan: 2 Korintus 4 : 16 – 18 ǀ Pujian: KJ. 436 : 1, 2
Nats:Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” (Ayat 16)

Tawar hari adalah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang menunjukkan suatu keadaan yang tidak bersemangat, tidak ada kemauan lagi, hilang keberanian, kecewa, dan putus asa. Sikap tawar hati adalah suatu sikap apatis, yaitu tidak memiliki motivasi dan antusiasme lagi. Keadaan tawar hati bisa dialami oleh siapa saja mulai dari anak sampai orang tua. Seorang anak bisa menjadi tawar hati karena merasa orang tuanya sudah tidak menyayangi dan memperhatikannya lagi. Seorang bapak menjadi tawar hati dalam pekerjaannya karena usaha dan kerja kerasnya selama ini gagal dan tidak dihargai oleh rekan kerjanya yang lain.

Bagian bacaan yang kita renungkan saat ini merupakan nasihat Paulus kepada Jemaat Korintus. Paulus menguatkan Jemaat Korintus dengan memberi gambaran dirinya. Sekalipun ia mengalami kelemahan secara fisik, harus dihukum penjara karena pemberitaan Injil, bahkan mengalami berbagai-bagai penderitaan lain secara fisik, tetapi secara iman, kehidupan rohaninya senantiasa diperbaharui dan dikuatkan oleh Allah (Ay. 16). Paulus memandang penderitaan yang dialaminya di dunia tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang akan dia terima pada kehidupan selanjutnya (Ay. 17). Baginya apa yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal (Ay.18)

Tahun 2022 tinggal 2 hari lagi, mari kita perhatikan kembali perjalanan hidup kita di tahun 2022. Sejenak kita mengevaluasi hidup kita, “Apakah rencana-rencana kita telah terlaksana di tahun 2022 ini? Apakah kita sudah berhasil menjalankan tugas dan pekerjaan kita? Apakah keluarga dan pelayanan kita berjalan sempurna?” Jika rencana, tugas, pekerjaan, keluarga, dan pelayanan kita belum sesuai dengan harapan kita, jangan tawar hati. Masih ada harapan dan kesempatan untuk memperbaikinya. Marilah kita berpikir positif seperti yang diteladankan Paulus kepada kita. Sekalipun ada banyak kesulitan, masalah, dan penderitaan di tahun ini, mari kita tetap memandang kepada Tuhan. Tuhan tetap menyertai dan menguatkan kita. Jangan tawar hati tetapi milikilah hati yang penuh sukacita, semangat dan berpengharapan. Masih ada harapan bersama Tuhan. Tuhan memberkati kita. Amin. [AR].

“Tawar hati akan merugikan diri sendiri, tetapi hati yang gembira akan menguntungkan diri.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak