Pengampunan Yang Memberdayakan Renungan Harian 29 Mei 2018

Bacaan: Hosea 14:1-9     | Nyanyian: KJ 450
Nats:
“Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapatkan yang baik. Maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.” (ayat 2b)

Pagi itu, Kang Salim pergi bekerja dengan gusar. “Sudah terlambat kerja, masih saja dimarahi.” gumamnya. Ia baru saja  bertengkar hebat dengan istrinya gara-gara ia terlalu sering begadang sehingga terlambat bekerja. Hal itu membuat keadaan keuangan keluarga menjadi berantakan. Tetapi malam itu Kang Salim sadar akan kesalahannya dan memohon maaf pada istri serta berjanji memperbaiki kesalahannya.

Seberapa sering kita memohon ampun atas kesalahan kita? Mungkin beberapa di antara kita agak lama merenungkan pertanyaan ini. Jawabannya bisa saja jarang, karena seringkali kita gengsi untuk mengambil inisiatif memohon maaf. Namun, Hosea mengajak segenap umat untuk memohon ampun pada Allah, “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapatkan yang baik. Maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami…” Ajakan Hosea ini lebih dari sekedar memohon ampun tetapi juga mengajak umat manusia untuk berjanji akan memberikan pengakuan dan pujiannya hanya pada Allah. Ada aksi lanjutan setelah menerima bukti-bukti pengampunan yang begitu luar biasa.

Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, kita beroleh penebusan atas segala pelanggaran kita. Jika dikaitkan dengan ajakan Hosea di atas, kita pun diajak untuk memberikan pengakuan dan pujian kita kepada Allah setelah mendapatkan penebusan itu. Melalui kesaksian hidup kita, orang lain akan tahu pengakuan iman kita pada Allah. Dalam pelayanan kita, orang lain akan lebih mengenal betapa tulusnya kasih Allah akan dunia. Jadikanlah kesaksian dan pelayanan kita sebagai tanggapan nyata kita atas berkat penebusan dan keselamatan kita.

Jika Allah saja sudah mau mengampuni kita, akupun memaafkanmu, tapi besok bangun pagi ya. Bantu aku masak sarapan!” kata sang istri.Maka pagi ini, Kang Salim bangun lebih pagi, turut memasak dan bekerja dengan lebih semangat.

Selamat bersaksi dan pelayanan! Amin.[jarwi]

“Bersaksi dan pelayanan adalah tanggapan nyata kita atas berkat ampunan-Nya.”

 

Bagikan Entri Ini: