Bacaan: Yesaya 25 : 6 – 10a | Pujian: KJ. 445 : 1-2
Nats: “Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (Ayat 9).
Pernahkah kita menghitung berapa kali kita berkedip dalam satu menit? Ternyata kita berkedip 15-20 kali per menit. Jadi rata-rata setiap 4 detik manusia berkedip untuk membersihkan dan membasahi lensa matanya. Apakah semua itu atas perintah pikiran manusia? Tentu tidak. Semua itu sudah dirancang oleh Allah agar manusia terjaga kesehatannya.
Yesaya adalah seorang nabi yang diutus Allah di zaman kerajaan Israel terpecah menjadi dua bagian, Israel Utara dan Israel Selatan. Yesaya diutus agar bangsa Israel memiliki pengharapan bahwa Allah akan menolong mereka memulihkan kejayaan bangsa Israel. Seberat apapun kehidupan yang dirasakan oleh umat Israel, Allah tidak pernah tinggal diam. Allah selalu mengiring perjalanan umat Israel bahkan sampai di zaman milenial sekarang ini. Karena itu umat Israel sampai sekarang inipun masih disiplin menjalankan tradisi keagamaan mereka, karena mereka memiliki pengharapan yang besar akan pertolongan Allah.
Bagaimana dengan kita? Sejak adanya wabah Covid-19 semua orang di dunia ini merasakan penderitaan, contohnya: tidak bisa bebas keluar seperti dulu, harga produksi pertanian anjlok karena tidak bisa diserap pasar, anak-anak sekolah tidak bisa belajar secara bersama-sama, perusahaan banyak yang mengurangi jumlah pekerjanya, dll. Tentu penderitaan ini membuat manusia tertekan atau bisa juga mengalami depresi. Lalu, kepada siapakah manusia harus menggantungkan hidupnya? Semua orang di dunia ini mengakui bahwa hanya kepada Tuhan Allah saja manusia bisa menyandarkan hidupnya. Karena itu di masa-masa tersulit dalam hidup ini dekatkanlah dhiri kita kepada Tuhan, maka akan ada pertolongan. Dan pada saatnya nanti ketika “badai” sudah berlalu, pasti kita akan melihat sinar kemuliaan Tuhan bersinar dalam kehidupan kita. (DKR).
“Setia sampai akhir dalam keyakinan” – (Robert Wolter Monginsidi).