Dilakukan Sendiri Pancaran Air Hidup 28 Oktober 2021

28 October 2021

Bacaan: Ibrani 9 : 1 – 12 | Pujian: KJ. 427
Nats:
“Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang … ” (Ayat 11).

Dalam sebuah perjalanan ke Malang bersama keponakan saya, Erick, yang masih berusia lima tahun, kami sempat melewati gereja di pepanthan kami yang sedang direnovasi. Erick bertanya kepada saya, “Pak Dhe, gereja itu punya siapa?” Saya menjawabnya, “Ya punya Tuhan Yesus, kan rumahnya Tuhan.” Erick lalu melontarkan komentar, “Kok aneh! Rumahnya Tuhan, tapi kok gak dibangun sendiri sama Tuhan. Malah kita yang mbangun.” Pernyataan Erick membuat saya tergelak. Dalam benak kanak-kanaknya, dia tentu mengingat bagaimana orang tuanya berjerih payah membangun rumah mereka. Karena rumah itu milik mereka, maka tanggung jawab orang tuanya untuk membangun. Namun, mengapa rumah Tuhan kok malah kita yang membantu merenovasi.

Bacaan kita hari ini menunjukkan kisah yang sama sekali berbeda. Dikisahkan bahwa pada masa Bait Allah, untuk menebus kesalahan umat Israel, seorang Imam besar harus masuk ke dalam ruang maha kudus memintakan pengampunan kepada Tuhan atas kesalahan umat-Nya. Ruang itu hanya boleh dimasuki setahun sekali, pada hari penebusan dosa, dan hanya oleh satu orang, sang imam besar. Masuknya imam besar ke tempat itu menjadi perwakilan seluruh umat Israel, mengorbankan darah anak domba atau lembu. Tapi penulis surat Ibrani menuliskan bahwa Yesus berperan sebagai imam besar dalam penebusan dosa seluruh umat manusia – ketika umat manusia tidak bisa menebus diri mereka sendiri. Dan Yesus menebusnya melalui pengorbanan darah-Nya.

Yesus telah mengambil bagian besar dalam keselamatan kita, keselamatan yang seharusnya kita upayakan sendiri. Namun, dia memberikan diri-Nya dengan penuh kasih, ketika kita tidak mampu melakukannya sendiri. Dia melakukannya sendiri. Pengorbanan-Nya menggantikan kita. Tanggapan kita atas pengorban Kristus tersebut adalah dengan terlibat dalam karya Allah membangun persekutuan supaya kasih-Nya dirasakan oleh seisi dunia melalui hidup kita sehari-hari. Tuhan sudah melakukan bagian terbesar dalam hidup kita, masak kita membantu Dia saja keberatan? Amin. [gide].

“Kristus telah melakukan bagian terbesar dalam hidupku. Kini saatnya aku meneruskan kasih dan karya-Nya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak