Bacaan: Efesus 2 : 1 – 10 | Pujian: KJ. 415
Nats: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, …” (Ayat 8).
Dalam diskusi katekisasi Calon Sidi di sebuah jemaat, tidak sedikit anak yang beranggapan bahwa ketika mereka banyak melakukan perbuatan baik dan memberi banyak “sedekah”, maka mereka akan selamat dan masuk surga. Sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk menolong dan memberi sedekah kepada sesama. Sekilas, memang tidak ada yang salah, karena itu adalah perbuatan yang mulia. Namun, mari kita berefleksi, “Apakah motivasi dibalik perbuatan baik itu? Apakah untuk menerima pujian, untuk hobikah, untuk kontenkah? Atau apakah untuk syarat masuk surga? Lalu, bagaimana kalau perbuatan baik berupa sedekah itu hasil dari kejahatan atau tindakan korupsi? Apakah kita bisa tetap masuk surga yang kekal?”
Dalam surat Efesus 2:1-10, Rasul Paulus menegaskan bahwa perbuatan baik dan sedekah, bukanlah jaminan keselamatan. Karena keselamatan hanya bisa diperoleh oleh iman dan karena kasih karunia Allah semata. Itu semua bukanlah hasil usaha keras kita, bukanlah hasil kecerdasan dan jerih lelah kita, tetapi itu adalah anugerah pemberian Allah dengan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Seseorang manusia haruslah diselamatkan, karena sudah lama dia mengalami kematian rohani, yaitu keterputusan dari Allah, oleh karena dosa dan pelanggarannya (Ef. 2:1). Dosa menyebabkan kematian, namun mengapa manusia mau hidup dalam dosa? Rasul Paulus melihat ada aspek-aspek yang menyebabkan manusia hidup dalam dosa, yaitu: hidup yang mengikuti jalan duniawi, hidup yang tunduk kepada roh-roh jahat, penguasa angkasa (Ay. 2), hidup yang durhaka terhadap Allah, dikuasai hawa nafsu daging dan selalu ingin memenuhi kehendak dan pikiran manusia lama (Ay. 3).
Oleh kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus, kita dilepaskan dari kematian, kita dimerdekakan dari perbudakan dosa. Sebab dalam kematian oleh dosa, kita tidak bisa berbuat apa-apa, selain mengikuti keinginan daging yang jahat. Namun, di dalam iman kepada Tuhan Yesus, kita menjadi ciptaan yang baru, yang dilahirkan kembali untuk melakukan pekerjaan yang baik, dengan maksud dan rencana yang Tuhan persiapkan untuk kita. Mari kita yang telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah, kita melakukan pekerjaan dan perbuatan yang baik sebagai ungkapan syukur atas anugerah yang Allah berikan kepada kita. Teruslah berbuat baik dan hiduplah selalu dalam kasih karunia-Nya. Amin. [tma].
“Tidak ada yang sia-sia untuk perbuatan baik, teruslah berbuat baik.”