Bacaan: Imamat 21 : 1 – 15 | Pujian: KJ. 422
Nats: “Tuhan berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada para imam, anak-anak Harun dan katakan kepada mereka: Seorang imam janganlah menajiskan diri …” (Ayat 1b)
Imamat 21 ini berbicara tentang kekudusan hidup para imam yang ditandai dengan begitu banyak aturan yang ada dan harus dipatuhi. Dimulai dari aturan yang mengatur tentang kehidupan sosial maupun pribadinya. Aturan-aturan tersebut terlihat sangat kaku bahkan terkesan begitu kejam dan tidak memiliki belas kasih. Misalnya saat menikah, seorang imam harus mengambil seorang perawan dan tidak boleh menikah dengan seorang janda. Apakah Tuhan begitu diskriminasi terhadap seseorang dan melihat latar belakang masa lalunya? Yang perlu kita pahami konteks bacaan saat ini terjadi pada jaman Perjanjian Lama dimana para imam adalah perantara antara Tuhan dan umat–Nya sehingga mereka harus sungguh-sungguh bersih dihadapan Tuhan. Tidak boleh ada celah yang membuat mereka tidak layak disebut sebagai imam dan kemudian ditolak dan tidak dihargai oleh umat yang dilayaninya.
Dalam konteks jaman sekarang perintah ini masih terus berlaku, namun bukan secara harafiah dan terbatas pada kalangan atau golongan tertentu saja. Perintah untuk menjaga diri dan tidak menajiskan diri juga berlaku bagi semua orang percaya. Karena saat ini untuk berhubungan dengan Tuhan kita tidak lagi membutuhkan seorang perantara dalam hal ini seorang imam melainkan langsung secara pribadi datang kepada Tuhan. Oleh karena itu kita perlu tampil beda dengan menjaga diri dari segala kenajisan yang membuat kita tidak layak dihadapanNya.
Tampil beda dan menjaga diri saat ini bukanlah perkara yang mudah, karena kita sedang hidup di jaman dimana manusia cenderung lebih memilih membenarkan yang biasa, bukan membiasakan yang benar. Orang lebih memilih mengikuti pandangan dan cara hidup yang disukai dan diminati banyak orang sekalipun itu tidak benar. Saat ini kuantitas lebih penting dari kualitas. Bukan hanya di dunia umum bahkan sampai ke dalam lingkungan gereja. Melalui firman Tuhan saat ini kita diingatkan kembali, mari berani tampil beda dengan hidup benar dan kudus demi kemuliaan nama Tuhan. (eS)
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini…” (Roma 12:2a)