Bacaan : Yohanes 21 : 20 – 25 | Pujian: KJ 375
Nats: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” [ayat 22]
Saya ingat betul ketika kelas 6 SD, guru saya sering berkata: “Gak usah ngurusi garapane koncone, garapanmu dhewe ndang dirampungno”. Beliau berkata demikian karena setiap kali diberi tugas, murid-murid tidak segera mengerjakannya, tetapi ketika ada satu orang yang selesai mengerjakan tugasnya, yang lain malah menggerutu dan menawar supaya tugas tersebut dijadikan PR sehingga mereka bisa lebih santai. Namun kenyataannya, tak jarang tugas tersebut justru lupa dikerjakan sehingga kembali ditegur guru.
Saat sudah dewasapun, ungkapan “Gak usah ngurusi wong liya. Urusana urusanmu dewe” masih sering juga terdengar. Rupa-rupanya kita selalu ingin tahu apa yang terjadi dan dilakukan oleh orang lain dan mengomentari sesuai dengan standar diri kita. Mulai dari “Sekolah dimana anaknya si anu? Nikah dengan orang mana dia?” Sampai pada hal privasi seperti: “Sudah berapa lama nikah kok belum punya anak sih? Atau Kerjaannya apa tiap hari kok di rumah?”. Bukan hanya itu saja, bila sudah menyangkut perihal keimanan, makin banyak hal yang ingin diurusi, seperti: “Kayaknya rajin ke Gereja tapi kok tidak akur dengan anaknya? atau “Padahal dia kan anggota majelis di Gereja tapi usahanya bangkrut, jangan-jangan itu akibat masa lalunya.”
Sejatinya Tuhan menciptakan tiap orang dengan maksud dan tujuannya masing-masing. Begitu pula dengan pengikutNya. Murid yang dicintaiNya serta Petrus adalah sama-sama murid Yesus, namun memiliki tugas dan tujuan yang berbeda. Bukan urusan Petrus bagaimana murid yang dikasihi menjalani hidupnya, juga berapa lama ia akan hidup. Yang ditekankan oleh Yesus dan yang harusnya diurusi Petrus adalah mengikut Tuhan. Tentu bukan sekedar menjadi murid tetapi setia meneladani Yesus dalam hidupnya. Begitu pula mestinya dengan kita. Bukan urusan kita bagaimana orang lain menjalani hidupnya. Urusan kita adalah apakah kita sedang mengikut (meneladani) Tuhan sampai selesai?[fani]
“Ada yang sibuk mempertanyakan ibadah sampai tidak sempat ibadah” – Gus Mus