Kontras Kehidupan Pancaran Air Hidup 26 September 2025

26 September 2025

Bacaan: Amsal 28 : 3 – 10  |  Pujian: KJ. 405
Nats: “Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya daripada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya.” (Ayat 6)

Ada ungkapan “obat sakit kepala yang paling ampuh adalah uang” karena dunia sering menganggap bahwa kekayaan dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian. Akan tetapi sesungguhnya orang dapat merasakan hidup damai adalah orang yang takut akan Tuhan. Kita tidak seharusnya mengukur kebahagiaan dan rasa tenang dengan ukuran kekayaan. Sebab, kebahagiaan dan ketenangan hidup hanya bisa diperoleh jika kita hidup benar; hidup sebagai orang yang takut akan Tuhan dan menjalankan perintah dan kehendak-Nya.

Bacaan firman Tuhan pada saat ini, Amsal 28:3-10, penulis Amsal banyak mengontraskan antara kehidupan orang fasik dan orang benar. Penulis Amsal menunjukan betapa rusaknya hidup orang fasik, orang yang mengabaikan firman Tuhan. Dalam dirinya, ia akan selalu merasa dikejar dosa dan perpecahan (Ay. 1a, 2). Dalam hidupnya dengan sesama, ia akan berupaya membutakan mata hatinya sendiri. Ia menindas sesamanya (Ay. 3), menyukai pelanggaran dan kejahatan (Ay. 4-5), serta mengeruk kekayaan dengan sesuka hati tanpa pernah merasa puas (Ay. 7-8). Dalam relasinya dengan Allah, ibadah dan doanya adalah kekejian (Ay. 9). Sebaliknya, penulis Amsal mengungkapkan betapa indahnya kehidupan orang benar di hadapan Allah dan sesama. Orang yang jujur akan tampil dengan berani (Ay. 1b). Orang yang murni hatinya akan diberkati sehingga ia menjadi berbahagia (Ay. 10b, 12a, 14a).

Dari nasihat penulis Amsal di atas, kita dapat mengetahu kehinaan orang fasik adalah dihukum Allah dan dikutuki sesama. Sedangkan kehormatan orang jujur adalah Tuhan berkenan atas doanya dan sesama menghormatinya. Marilah kita memohon agar Tuhan memampukan kita untuk selalu setia membaca Kitab Suci, memerhatikan firman-Nya serta menghidupinya dalam keseharian kita. Mari kita terus berusaha menjadi orang yang benar di hadapan Allah dan sesama. Mari kita selalu melakukan kebenaran dan firman Tuhan dalam praktik hidup kita sehari-hari. Yakinlah bahwa Tuhan senantiasa menolong dan memampukan kita untuk melakukannya. Amin. [Npras].

“Tujuan Hidup Kita Adalah Memuliakan Bapa Di Surga, Bukan Menjadi Kaya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak