Zona Kenyamanan Pancaran Air Hidup 26 September 2022

Bacaan: Amos 6 : 8 – 14 | Pujian: KJ. 426
Nats: “Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan suatu bangsa melawan kamu, hai kaum Israel,” demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam dan mereka akan menindas kamu …” (Ayat 14)

Orang sering merasa senang untuk berada di zona nyaman. Zona nyaman seseorang ini adalah zona dimana dia merasa seakan tidak ada tantangan lagi, tidak ada acaman lagi, tenang, dan aman. Tentu banyak orang senang berada pada zona nyaman tersebut. Namun seringkali zona nyaman ini lebih bersifat individual atau lokal. Inilah yang menyebabkan mereka yang berada dalam zona nyaman ini seringkali kurang peka terhadap permasalahan-permasalahan lain di lingkungan mereka. Mereka seringkali tidak peduli dengan ada ketidakadilan, ketidakbenaran, penindasan terjadi dalam kehidupan sekitar mereka. Ini dikarenakan mereka sudah berada dalam zona nyaman, tidak lagi penting apa yang terjadi di sekitar mereka atau di luar golongan mereka.

Dalam perikop yang kita baca hari ini, LAI memberi judul Rasa Tenteram yang Palsu. Dalam kitab Amos ini, Amos memperingatkan bangsa Israel yang merasa tentram dengan kehidupan mereka (Ay. 1). Pada saat itu diperkirakan bangsa Israel merasa aman, hidup pada masa jaya, perekonomian yang baik, namun di sisi lain, kehidupan beragama mereka tidak baik. Misalnya ada banyak dewa di tengah-tengah bangsa Israel dan para pemuka agama membiarkan itu. Terjadi ketidakadilan dan penindasan terhadap kaum miskin di tengah-tengah zona nyaman yang dirasakan oleh penduduk Israel saat itu. Amos mengingatkan agar mereka keluar dari zona nyaman. Zona nyaman ini berbahaya karena membuat bangsa Israel tidak peka lagi terhadap kehidupan di sekitar mereka, sehingga Tuhan marah dan berfirman akan menghukum Israel, dengan membangkitkan suatu bangsa melawan bangsa Israel, dan itu terjadi (Ay. 14).

Kita sebagai umat percaya juga bisa merasa senang jika berada di zona nyaman. Merasa menjadi umat pilihan Tuhan yang diselamatkan, berada pada perekonomian yang diberkati oleh Tuhan, pekerjaan yang layak, dan sebagainya. Namun jangan sampai keadaan yang berada di zona nyaman ini membuat kita tidak peka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Mari tetap memperjuangkan keadilan, malawan ketidak-benaran, mengabarkan sukacita dan damai sejahtera dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin. [SYN].

“Terkadang kita harus keluar dari zona nyaman untuk melihat dunia dan melayani-Nya”

 

Bagikan Entri Ini: