Subscriber Pancaran Air Hidup 26 Oktober 2022

26 October 2022

Bacaan: Daniel 5 : 13 – 30 ǀ Pujian: KJ. 357
Nats:Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan.” (Ayat 16a)

Subscriber (berlangganan) merupakan kata yang akrab di era YouTube dan sering berkaitan dengan seberapa terkenalnya seseorang. YouTube sendiri merupakan peringkat pertama dari daftar 10 media sosial yang paling diminati di Indonesia. Diakui atau tidak, keberadaan media sosial telah mengubah cara hidup banyak orang, termasuk standar penilaian kepada orang lain. Jumlah penggemar (subscriber, follower) menjadi semacam informasi umum di kalangan pengguna media sosial. Pertanyaannya, setelah seseorang menjadi terkenal, bagaimanakah dia mengelola diri dan kehidupannya? Ini menjadi menarik jika kita bisa menengok pada peristiwa unsubscribe pada seorang tokoh terkenal di periode sekitar April sampai Mei 2022 lalu. Jumlah subscriber tokoh itu berkurang drastis karena tindakannya yang dianggap tidak pantas.

Bacaan saat ini menceritakan Daniel yang dikenal banyak orang, bahkan dikenal oleh petinggi sekelas Sang Permaisuri (Ay. 10-12). Daniel diperkenalkan kepada Raja Belsyazar dalam rangka mencari jawaban atas mimpi yang telah dilihat Sang Raja. Pada sisi ini dirasakan adanya sikap Daniel yang berbeda dengan orang lain. Selain dia dikenal banyak orang, Daniel juga mampu mengenali diri dan identitas dirinya. Ia mendahulukan Allah daripada tergesa-gesa menunjukkan kemampuannya sendiri (Ay. 17). Kemampuan memaknai mimpi Raja Belsyazar sebagaimana yang dilakukan oleh Daniel pun telah sesuai dengan “promosi” dari sang Permaisuri. Walaupun maknanya memberi akhir yang menyedihkan kepada Sang Raja.

Sikap Daniel yang mengenal jati dirinya bisa menjadi sebuah pondasi dalam pemaknaan atas bulan Ekumene dan dalam rangka Pekan Pemuda selama bulan Oktober ini. Pertama, sikap Daniel yang mendahulukan Allah perlu menjadi standar dalam melakukan banyak hal. Termasuk sikap hidup yang tidak memiliki orientasi dan sanjungan diri yang berlebihan. Semua pihak saling menghargai kemampuan dan potensinya masing-masing. Kedua, sebagai kelompok generasi yang sangat akrab dengan dunia media sosial, pemuda juga perlu belajar dari Daniel. Sikap Daniel saat dikenal banyak orang justru semakin rendah hati. Dia hanya fokus kepada hal yang menjadi tanggung jawabnya. Kemampuannya yang luar biasa ditampakkan secara wajar dan tidak berlebihan, yang mana kemudian Daniel mendapatkan penghargaan yang sepadan. Amin. [WdK].

Matahari tidak tenggelam di kerajaan Coca Cola atau MTV.”
(Amartya Sen)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak