Ganti Pemimpin, Ganti Aturan Main? Renungan Harian 26 Oktober 2018

26 October 2018

Bacaan : Ibrani 7 : 11 – 22  |  Pujian: KJ 400
Nats: “sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan –tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.”  [ayat 19]

Ada sebuah kritik yang pernah dialamatkan kepada dunia pendidikan di Indonesia bahwa pendidikan di Indonesia ini terlalu sering berganti peraturan. Setiap kali terjadi pergantian Menteri Pendidikan, maka aturan main yang diterapkan pun ikut berganti. Konon inilah yang menjadi penyebab pendidikan di Indonesia dinilai “jalan di tempat” , tertinggal dari negara-negara lain.

Fenomena ganti pemimpin ganti aturan main ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada dunia pendidikan. Dalam kehidupan orang percaya, kita juga berganti pemimpin dan aturan main. Namun perbedaannya, pergantian dalam kehidupan orang percaya hanya terjadi sekali saja, yaitu ketika kita menerima Yesus sebagai pemimpin atas kehidupan kita. Bacaan hari ini menjelaskan bahwa Tuhan Yesus adalah sosok Imam Besar yang kekal. KekekalanNya itu menjadikan kita tidak perlu berganti-ganti pemimpin lagi. Dia membawa pengharapan baru yang mendekatkan kita dengan Allah.

Dalam agama Yahudi, ketaatan akan Hukum Taurat ditempatkan sebagai hal yang utama. Namun kenyataannya ketaatan yang sempurna itu mustahil untuk diraih. Oleh karena itu, figur Kristus memberikan jalan dan pengharapan baru bagi manusia. Ia mengajarkan jalan kasih. Kasih yang diteladankanNya membuka pintu untuk manusia yang penuh keterbatasan dan ketidaksempurnaan. Maka kepada kita berlaku aturan main yang baru. Yang dikedepankan bukan lagi kesempurnaan dalam menaati hukum Taurat, melainkan jalan Kristus. Sudah selayaknyalah kita juga hidup menurut aturan main Kristus. Segala peran yang kita hidupi dalam panggilan pelayanan, baik dalam berkeluarga, bergereja maupun bermasyarakat, hendaklah kita tidak mengedepankan lagi keangkuhan hukum dan norma, tapi segalanya kita lakukan dalam semangat saling mengasihi. Marilah kita jalan serta Kristus, dengan tetap dan terus meneladani kasihNya, sehingga kehidupan kita tidak jalan di tempat. [TWP]

“Mengikut Kristus, menjadikanNya pemimpin dalam hidup berarti meneladani kasihNya dalam kehidupan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak