Tahu dan Kenal Renungan Harian 26 November 2020

Bacaan : Zakharia 13 : 1 – 9 | Pujian : KJ. 33
Nats:
“Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!” (Ay. 9b)

Tahu dan kenal adalah dua hal yang berbeda. Misalnya dalam beberapa kasus, banyak orang merasa tahu tentang presiden Jokowi, saking merasa tahunya, tingkahnya menjadi nyinyir, ikut-ikutan menilai seperti para haters, orang yang membecinya. Saking bencinya kepada pemerintahan yang sah, tanpa terkontrol orang mengungkapkan rasa bencinya itu melalui media sosial, seperti facebook, instagram, tweeter, dll dengan ungkapan kata yang menghujat, fitnah dan mengandung ujaran kebencian. Pada akhirnya banyak orang ditangkap karena tindakan mereka yang sebenarnya hanya “tahu”, tetapi belum mengenal dengan sebenar-benarnya presiden Jokowi. Karenanya untuk tahu seseorang itu mudah saja, tetapi untuk mengenal tak mudah, butuh kedalaman hati masing-masing untuk menyelami pribadi yang kita kenal itu.

Bacaan hari ini mengajak kita untuk mengenal Tuhan bukan dengan kepalsuan-kepalsuan yang diciptakan oleh manusia, tetapi dengan kemurnian hati. Manusia seringkali menggunakan Tuhan untuk ajang kecongkakan, ajang kebanggaan dan kesombongan dirinya. Serasa menjadi malaikat yang tanpa salah mengenal Tuhan, sehingga orang sedikit-sedikit membawa-bawa nama Tuhan, juga ayat-ayat Kitab Suci untuk menyelubungi kepalsuan dan kemunafikan hidupnya. Bahkan untuk ekspresi amarah dan berujung pada kekerasan pun, Tuhan masih dibawa-bawa.

Mengenal Tuhan itu ditunjukkan dengan jalan rendah hati dihadapan Tuhan. Mau seleh, bahkan ndlosor pun dilakukan. Dalam kerangka hidup yang mau diubahkan oleh daya kuasa Tuhan itu, manusia diajak memurnikan pengenalannya akan Tuhan. Memandang Dia yang tertikam (Zak. 12:10-14). Tidak demikian dengan nabi-nabi palsu. Mereka mengagungkan diri, memberhalakan diri, mengkultuskan dirinya seolah hebat, seolah berkuasa dan seolah paling penting, melebihi Tuhan. Pada akhirnya, siapa yang tahu belum tentu mengenal. Tuhanlah yang memurnikan umat untuk membuka selubung siapa yang betul-betul dikenal oleh Tuhan. Dalam iman Kristen, pengenalan dan pengalaman hidup bersama Tuhan Yesus inilah yang juga akan membentuk karakter kita untuk menjadi seperti Kristus untuk tidak mengagungkan diri, tetapi belajar rendah hati. (pong)

“Semakin merasa mengenal Tuhan, semakin menjadikan orang haus akan makna kehidupan”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •