Bacaan : Yesaya 33 : 17 – 22 | Pujian : KJ. 438
Nats: “Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.” (ay.22)
Setiap kali menonton film The Chronicles of Narnia, hal yang paling menyenangkan adalah saat Aslan yaitu Singa gagah raja Narnia muncul. Kemunculan Aslan selalu membawa kedamaian bagi Narnia. Ia menunjukkan mana yang benar, ia berkorban menyelamatkan anak-anak dari penyihir putih, ia juga menghidupkan kembali orang-orang yang telah disihir menjadi batu oleh penyihir. Kemunculan Aslan Sang Raja selalu menenangkan. Itu hanyalah sebuah film fiksi, namun bayangkanlah bila hal itu nyata terjadi. Saat galau menghadapi masalah yang rumit dan menakutkan, tiba-tiba datang penyelamat. Apakah mungkin? Tentu saja mungkin!
Saat bangsa Israel dalam penderitaan dan bangsa-bangsa di sekitarnya dalam kepedihan karena peperangan, tidak ada kedamaian dimanapun. Yesaya mengingatkan supaya bangsa Israel kuat dan tidak galau, karena ada penyelamat yaitu Tuhan. Tuhan berkuasa sebab Ia Raja dan adil sebab Ia Hakim. Apalagi bangsa Israel adalah bangsa pilihanNya. Jadi tidak perlu galau sebab hidup bangsa Israel berada di bawah kekuasaan Tuhan Sang Raja yang adil, yang tidak mungkin menegakan orang-orang yang mengandalkanNya.
Begitupun dengan hidup kita. Memang bukan penyihir seperti dalam film Narnia yang kita hadapi. Namun ada kekuatiran akan masa depan, pendidikan yang berat, cinta bertepuk sebelah tangan, kesehatan yang buruk, keuangan yang macet, tidak akur dengan keluarga atau teman kerja, kesepian, lingkungan hidup yang makin rusak, ketidakadilan sosial dan politik, kecurangan dimana-mana, pertikaian dalam gereja. Rasanya hidup ini suram, membuat kita galau setiap hari. Tenanglah, ada penyelamat hidup kita dan itu nyata. Dialah Tuhan! Sang Hakim dan Raja. Kehadirannya memang tidak seperti Aslan atau superhero dalam film-film. Tetapi melalui Roh Kudus, meski tidak tampak tapi kuasaNya nyata menyertai untuk menunjukkan kebenaran, keadilan dan kekuatan bagi kita untuk terus hidup dengan baik hingga saat ini. [fani]
“Tuhan itu berkuasa, mengapa galau?”