Bacaan: Mazmur 30 : 1 – 13 | Pujian: KJ. 185
Nats: “Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kau buka, pinggangku Kau ikat dengan sukacita …” (Ayat 12).
Sekalipun Daud seorang Raja, ia tidak luput dari sakit, persoalan dan pergumulan. Posisi tertinggi yang ia miliki tidak menjadi jaminan bahwa jalan hidupnya akan mulus dan serba baik-baik saja. Nyatanya ia juga mengalami persoalan dan bahkan mengeluh kepada TUHAN. Hal ini menjadi cerminan bagi kita bahwa sakit, persoalan dan pergumulan dapat datang pada siapa saja tanpa memandang siapapun itu.
LAI memberi judul pada perikop kita hari ini “Nyanyian syukur karena selamat dari bahaya”. Perikop ini berisi pujian Daud kepada TUHAN atas keselamatan besar yang telah dikerjakan TUHAN baginya (ayat 2-4). Daud juga mengajak umat TUHAN untuk memuji dan percaya kepada TUHAN (ayat 5-6). Ia pun mengakui akan kesombongan yang mengandalkan dirinya sendiri (ayat 7-8) bahkan ia mengeluh atas kesesakan yang ia alami (ayat 9-11) namun tergugah untuk kembali bersyukur kepada TUHAN atas kegembiraan yang menggantikan kesedihan. (ayat 12-13).
Pengalaman Daud yang pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya dan berhasil melewati kesulitan itu oleh karena TUHAN membuat Daud merasakan pertolongan Tuhan yang nyata. Ratapannya, TUHAN ubahkan menjadi tarian. Dukacitanya TUHAN ubahkan menjadi sukacita. Dan di saat-saat Daud berada dalam ancaman maut sekalipun, ia mengucap, “Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati.” (ayat 4a). Daud mengungkapkan pengalaman hidupnya dengan bermazmur dan untuk selamanya ia menyanyikan syukur bagi Allah. (ayat 13).
Persoalan dan pergumulan bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Kelepasan dan pertolongan Tuhan pun bisa dirasakan dan diterima oleh siapa saja dan kapan saja. Daud telah menerima kebaikan Tuhan meski hidupnya jatuh bangun dalam dosa. Ketika ia berseru kepada TUHAN, TUHAN menolongnya. Daud menyebut kita “orang-orang yang dikasihi-Nya”, yang berarti pertolongan dan segala hal yang baik juga Tuhan sediakan bagi kita. Dan iman ini hendaknya dimiliki oleh setiap umat percaya. (Sv)
“Aku dikasihi sepanjang hidupku dikasihi …”