Sandaran yang Kuat Pancaran Air Hidup 24 September 2022

Bacaan: Mazmur 146 : 1 – 10 | Pujian: KJ. 46
Nats: “Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.” (Ayat 3)

Di sebuah acara resepsi pesta perkawinan, adalah hal biasa saat menikmati jamuan makan para tamu undangan mempercakapkan tentang mempelai, keluarga, kemeriahan acara pesta, suguhan yang disajikan, dan lain-lain. Beragam komentar dari hal-hal positif yang diapresiasi sampai kepada kekurangan-kekurangan yang didapati dalam resepsi tersebut. Dari yang faktual sampai kepada gossip bisa menjadi percakapan yang asyik. Orang Jawa menyebutnya rasan–rasan. Salah satu yang pernah penulis catat adalah ungkapan kalimat, “Sendenane Jati”. Maksudnya menerangkan bahwa salah satu dari mempelai memiliki latar belakang keluarga yang berada (kaya raya). Jati adalah kayu keras dan kokoh serta memiliki nilai yang tinggi, sehingga menjadi simbol keberadaan orang yang telah mapan dan memiliki posisi kuat dalam kehidupan masyarakat, khususnya terkait dengan kepemilikan kekayaan yang besar dan dapat dipastikan dukungan kesejahteraan dari orang tua ke depan kepada mempelai pasti terjamin.

Dalam Amsal 13:22 dikatakan, “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.” Artinya orang tua punya tanggung jawab memberikan pendidikan, pengalaman, dan mewariskan apa yang mereka miliki (kekayaan) kepada anak-anaknya untuk bekal hidupnya di masa datang. Orang tua yang baik selalu berusaha sungguh-sungguh bekerja, membanting tulang untuk mengupayakan itu semua. Orang tua akan merasa gagal dan malu bilamana dia tidak dapat menyejahterakan keluarganya. Namun perlu diingat hasil pencapaian masing-masing orang berbeda-beda. Dalam hal ini kita mengimani Tuhan sudah mengatur rejeki masing-masing orang, termasuk kemampuan menikmatinya. (Maz. 127:2; Pkh. 3:13).

Maka, bagi orang percaya bersyukur dan hidup benar dihadapan Tuhan adalah hal yang utama dan pertama yang dilakukan setiap hari dalam kehidupan (Ay. 1, 2). Dengan mengingat dan mengimani bahwa keselamatan dan hidup kekal adalah anugerah Allah di dalam Kristus, maka hidup orang percaya diarahkan kepada pemuliaan Kristus dan keikut-sertaannya dalam rencana dan karya penyelamatan Allah di dunia. Buah dari semua pelayanan dan bakti itu adalah kebahagiaan hidup yang sejati. Amin. [PAY].

“Murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya”

 

Bagikan Entri Ini: