Hanya Allah yang Patut Disembah Renungan Harian 24 November 2020

24 November 2020

Bacaan : Wahyu 22 : 8 – 21 | Pujian : KJ. 424 : 1 – 3
Nats:
“Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!” (Ay. 9)

Seringkali hidup ini diperhadapkan dengan banyak pilihan. Pilih mana, satu minggu tidak pegang uang, atau seminggu tidak pegang HP (Hand Phone)? Jika dulu ada kalimat, uang bukanlah segalanya tetapi segalanya membutuhkan uang. Sekarang ditambah dengan kalimat, HP bukanlah segalanya tetapi segalanya membutuhkan HP. Siapa sich orang jaman now yang tidak kecanduan uang dan HP? Seolah-olah hidup ini hampa jika tanpa uang dan HP. Lalu yang menjadi pertanyaannya, dimanakah Tuhan yang adalah Sumber Kehidupan? Seberapa besar kita bergantung kepada-Nya?

Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang disebut dengan budaya. Budaya cinta uang dan cinta HP bisa mengalihkan kita dari budaya cinta akan Tuhan. Demi mengejar memperoleh uang sebanyak-banyaknya orang bisa rela bermusuhan dengan saudaranya. Gara-gara uang, sepasang suami istri bisa bercerai dan anaknya menjadi korban perceraian. Demikian juga dengan penggunaan HP berlebihan, bisa menjauhkan perhatian kita dengan orang lain yang sedang bersebelahan dengan kita. Budaya among rasa tepa slira menjadi semakin terkikis bahkan luntur tak berwarna. Unsur empati, saling peduli dan saling menghargai semakin hari semakin berkurang. Diperkirakan generasi yang bertumbuh semakin radikal dan intoleran. Seiring perkembangan jaman, kepedulian antar sesama itu pelan-pelan mulai berkurang.

Bacaan hari ini mengingatkan kita semua, bahwa budaya cinta Tuhan harus terus kita utamakan. Karena itu kita harus menyembah Allah. Orang yang cinta Tuhan akan mudah menerapkan among rasa tepa slira. Tepa slira merupakan salah satu kearifan local masyarakat Jawa. Kearifan ini mengandung arti dalam menjalani kehidupan sehari-hari terutama dalam berkomunikasi harus memperhatikan perasaan orang yang diajak berkomunikasi. Seseorang harus memandang lawan bicaranya sebagai orang yang pantas untuk dihormati. Sudahkah kita melakukannya didalam kehidupan kita? Sudahkah kita menjadi pribadi yang cinta akan Tuhan? Sembahlah Allah melalui cara hidup yang benar, mengasihi Allah melalui ciptaan-Nya. Karena Hanya Allahlah yang patut disembah! (Life)

“Budaya Cinta Tuhan adalah pilihan yang terutama”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak