Gembala Yang Baik Renungan Harian 24 November 2019

24 November 2019

Bacaan : Yeremia 23 : 1 – 6 |   Pujian  :  KJ. 415
Nats
: ”Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan berserak!”(ay. 12)

Gembala yang baik ciri-cirinya adalah menuntun kambing dombanya ke air yang tenang dan rumput yang hijau. Gembala yang baik akan melindungi kambing dombanya dari binatang buas, mengawasi dan memelihara agar tidak tersesat dan dalam bahaya. Merawat jikalau kambing dombanya terluka. Bahkan, gembala yang baik bertanggung jawab penuh sampai mau mengorbankan nyawanya untuk kambing domba yang dicintainya. Berbeda dengan gembala upahan, dia tidak bertanggungjawab atas domba gembalaannya, jika ada bahaya akan melarikan diri mencari keselamatannya sendiri, ia akan mencari keuntungan pribadi dari kambing dombanya, dia tidak memikirkan keselamatan kambing dombanya.

Nabi Yeremia mengkritik keras para pemimpin Israel yang tidak berfungsi sebagai gembala yang baik tetapi sebagai gembala upahan. Para raja, tua-tua Yahudi, tokoh-tokoh agama, Imam-imam sudah tidak berfungsi sebagai pemimpin yang baik sehingga bangsa Israel mengalami kemerosotan moral sampai pada titik nadir. Peribadatan hanya formalitas dan bersifat ritual, semakin lama kehidupan spiritual bangsa ini semakin buruk sehingga jatuh dalam berbagai penyimpangan dan dosa. Melalui sang Nabi, para pemimpin Israel diingatkan dengan keras bahwa Tuhan sendiri yang akan menjadi gembalanya dan Tuhan akan membuat domba-dombanya tidak akan ada lagi ketakutan dan tidak ada satupun yang hilang dari mereka. Tuhan akan menumbuhkan gembala yang adil yang tumbuh dari tunas Daud.

Saat ini kita sedang menghadapi tantangan hidup yang sangat berat, diharapkan kita bisa menjadi gembala yang baik bukan gembala upahan. Gembala yang bertanggunjawab terhadap kambing domba kita, baik jasmani dan rohaninya. Tuhan Yesus sendiri telah menjadi teladan melalui hidup dan pelayananNya, maka ketika Ia masih bersama-sama para murid Ia mengatakan,“ Akulah gembala yang baik, gembala yang baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-dombanya,” (Yoh. 10:11). Karena tekanan hidup, banyak orang mengalami putus asa, kehilangan gairah hidup, lelah jasmani dan rohaninya. Saat kelelahan holistik ini, kita perlu gembala yang mengasihi dengan tulus, mendengarkan dan mencari jalan keluar yang baik, mendampingi, menghibur dan menguatkan agar kita bisa kembali bangkit dari keterpurukan, pada akhirnya bisa menemukan jati diri kita. Yesuslah Gembala itu! ( Jian ).

“Gembala yang baik tidak memikirkan dirinya sendiri”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak