Bagi yang Terdekat Renungan Harian 24 Mei 2020

Bacaan : Yohanes 17 : 1 – 11    |     Pujian : KJ. 318
Nats
: “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu.” (Ay. 9)

 Pak RT mengumumkan bahwa pada hari libur mendatang akan diadakan kerja bakti lingkungan. Setiap keluarga tidak perlu membersihkan seluruh lingkungan RT, cukup di sekitar rumah masing-masing. Keluarga Pak Ndoro mendengar pengumuman tersebut. Tapi karena mereka tahu seperti apa biasanya kerja bakti lingkungan, mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke luar kota. Nanti pasti Pak RT meminta tetangga yang membersihkan sekitar rumah mereka. Dan mereka melakukan itu, sehari sebelum kerja bakti mereka berangkat liburan. Ketika mereka pulang, mereka terkejut karena jalan masuk ke RT mereka sangat bersih, tetapi di depan rumah mereka rumput masih tinggi, sampah masih kotor. Orang-orang se-RT sengaja melakukan itu karena selama ini keluarga Pak Ndoro selalu menggantungkan urusan kerja bakti kepada warga yang lain dan tidak mau terlibat.

Jika yang terdekat saja tidak dikasihi, apakah kita yakin kita bisa mengasihi yang lebih luas? Karenanya doa Yesus dalam bacaan ini menjadi menarik. Doa ini penuh pernyataan yang mengungkapkan siapakah jati diri Yesus, apakah hubungannya dengan Allah Sang Bapa. Melalui doa ini agaknya penulis Injil Yohanes ingin mengajak para pengikut Kristus untuk terus setia kepada Yesus, karena Yesus adalah Anak Allah yang sejati. Namun di tengah ajakan itu, ada pernyataan menarik yaitu bahwa Yesus bukan hanya berdoa untuk diriNya sendiri tetapi mendoakan mereka yang terdekat denganNya.

Kita mungkin tidak tahu masalah dunia ini serumit apa, kita mungkin tidak tahu masalah di RT kita serumit apa, tapi kita mengenal yang terdekat dengan kita. Sekalipun pengenalan kita mungkin kadang ada melesetnya di sana-sini, hal yang wajar, tapi siapakah yang lebih mengenal mereka yang di dekat kita – anak-anak kita, orang tua kita, saudara kita, sahabat kita – kecuali kita. Yesus seolah mengajak kita, jangan berhenti berdoa untuk mereka yang terdekat dengan kita. Kalau bukan kita siapa lagi? Jangan seperti keluarga Pak Ndoro, mentang-mentang Allah itu baik, serahkan saja kepada Allah, dia pasti tahu, semua pasti beres. Benar Allah itu baik dan maha tahu, tapi tetaplah juga berdoa untuk mereka yang terdekat dengan kita, baik dalam keadaan baik, maupun dalam keadaan yang kurang menentu. Itu adalah wujud ucap syukur dan tanggung jawab kita atas apa yang Allah berikan kepada kita. (gid)

“Doa mendekatkan yang jauh, melekatkan yang dekat.”

Bagikan Entri Ini:

  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •