Rohani Dan Jasmani Pancaran Air Hidup 24 Juli 2025

24 July 2025

Bacaan: Kisah Para Rasul 1 : 15 – 20  |  Pujian: KJ. 451
Nats: “Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya, dan biarlah jabatannya diambil orang lain.” (Ayat 20)

Kehidupan kita sebagai manusia sering kali dibedakan dalam dua aspek, yakni rohani dan jasmani. Aspek rohani biasanya dikaitkan dengan urusan hati, jiwa, dan iman. Sedangkan aspek jasmani sering kali dikaitkan dengan hal-hal duniawi, seperti kebutuhan fisik manusia. Namun jika direnungkan bersama, kedua aspek ini apakah memang benar-benar terpisah atau saling terkait satu dengan yang lain? Contoh sederhananya ketika kita makan yang dikenal dengan aktivitas fisik, urusan jasmani namun kita tetap mendahuluinya dengan berdoa yang merupakan aspek rohani. Begitu juga ketika kita mengikuti ibadah seperti ibadah keluarga/patuwen yang dikaitkan dengan aspek rohani namun terkadang ada aktivitas makan bersama setelah ibadah. Jadi memang dua aspek ini saling berkaitan satu dengan yang lain.

Dua aspek ini juga nampak dari bacaan kita saat ini yang menceritakan ketika Petrus dan para murid Yesus yang lain akan mencari pengganti Yudas setelah kematiannya. Sebelum melakukan penggantian, Petrus menegaskan bahwa Yudas dianggap telah mengkhianati Tuhan Yesus dan memilih uang daripada keyakinannya. Hal ini menunjukkan bahwa Yudas tidak mampu mengaitkan dua aspek penting dalam hidupnya, yaitu aspek rohani (iman) dengan jasmani (keinginan daging). Yudas lebih mementingkan aspek jasmaninya saja sehingga meninggalkan iman dan keyakinannya. Oleh karena itu, Petrus dengan para murid yang lain sepakat untuk mencari pengganti Yudas.

Bulan ini kita masuk dalam bulan keluarga, keluarga adalah bagian penting dalam kehidupan manusia. Di masa sekarang ini semakin banyak cobaan yang dihadapi keluarga-keluarga Kristen, baik dalam hal ekonomi, relasi dengan pasangan, dan juga relasi antara orang tua dengan anak. Aspek rohani dan jasmani dalam keluarga juga menjadi hal yang sangat penting untuk dipenuhi dan tidak boleh ditinggalkan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa melibatkan Kristus dalam kehidupan keluarga kita. Marilah kita mendekat kepada Tuhan, bukan hanya secara pribadi namun juga bersama keluarga kita, sehingga aspek rohani dan jasmani itu dapat terpenuhi dan membawa damai sejahtera bagi kita dan keluarga kita. Amin. [Kuh.C].

“Bersama Kristus ada kepenuhan dalam segala hal.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak