Melakukan Bersama Tuhan Pancaran Air Hidup 24 Juli 2022

Bacaan: Lukas 11 : 1 – 13 | Pujian: KJ. 460
Nats:
“Tuhan, ajarlah kami berdoa, …” (Ayat 1b).

Kamis malam itu saat kami dalam kendaraan. Saya berdoa dengan kata-kata dan air mata. Panggilan telepon dan chat informasi perkembangan terbaru, membuat doa saya menjadi semakin putus asa. Ulangi lagi-ulangi lagi, “Tolong, tolong, tolong suami saya Tuhan.” Ketika kami sampai di sana, mereka memberi tahu kami bahwa dia telah meninggal. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Itu bukan hanya ceritaku. Itu juga ceritamu. Ini adalah kisah setiap orang yang pernah berdoa. Kisah dari mereka yang pernah kehilangan orang yang sangat dicintai. 

Beberapa doa tampaknya dijawab dan yang lainnya tampaknya tidak dijawab. Saya tidak memiliki jawaban atau penjelasan yang baik tetapi saya juga telah mendengar beberapa jawaban yang sangat buruk: “Kamu tidak cukup rajin berdoa.” “Kamu tidak memiliki cukup iman.” “Kamu meminta hal yang salah.” “Ini semua misteri dan suatu hari nanti kita akan mengerti.” “Segala hal terjadi untuk suatu alasan.” “Sesuatu yang lebih baik akan datang.” Saya belum dapat percaya atau menerima semua itu. Lebih baik kita tidak menggunakan kalimat-kalimat itu. Itu menyakiti orang dan memutarbalikkan siapa dan bagaimana Tuhan itu. Ketika saya mendengar jawaban dan penjelasan semacam itu, saya tidak bisa tidak mengingat pria lain yang berdoa pada Kamis malam. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Luk. 22:44) Mereka menyalibkan Dia pada keesokan harinya. Mintalah, carilah, ketoklah! 

Tanggapan Yesus bukanlah penjelasan tentang doa atau cara kerjanya (Luk. 11). Dia tidak menawarkan formula atau kata-kata ajaib. Dia tidak memberikan daftar manfaat dari berdoa. Sebaliknya Yesus mengajarkan tentang siapa dan bagaimana Allah itu. Sementara Tuhan dapat dan terkadang memang mengubah keadaan, saya semakin yakin bahwa Tuhan, lebih sering daripada tidak, mengubah kita. Pemberian diri Tuhan – kehadiran-Nya menopang, memelihara, menguatkan, memberdayakan, memberanikan, dan memampukan kita menghadapi situasi kehidupan. Kita melakukannya, terkadang dengan sukacita dan rasa syukur, terkadang dengan rasa sakit dan kehilangan, tetapi selalu dengan Tuhan. Amin. [PAY].

“Berdoalah di dalam nama Yesus!”

 

Bagikan Entri Ini: