Bacaan : Roma 7 : 1 – 6| Pujian: KJ 169
Nats: “Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut” [ayat 5]
Bagaimana bila aku katakan bahwa Yesus datang untuk menghapuskan agama?
Dan hanya karena kamu menyebut orang lain “buta” tidak dengan sendirinya membuat kamu memiliki penglihatan?
Maksudku, bila agama begitu hebatnya mengapa agama menimbulkan begitu banyak peperangan? Mengapa agama membuat orang mendirikan gereja-gereja yang besar tetapi gagal memberi makan kepada orang miskin?
Agama mungkin mengajarkan kasih karunia tetapi praktiknya malah berbeda. Mereka cenderung mengejek umat Allah, mereka melakukan itu kepada Yohanes Pembabtis.
……
Dan ketika IA dibunuh, Ia berseru, “Bapa ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.
Karena sementara Ia tergantung pada salib, Ia memikirkan kamu. Dan Ia mengangkat semua dosamu, dan menguburkannya di makamnya. Itulah sebabnya aku berlutut pada salib dan Ia berkata “Marilah!
Tempat masih ada!”
……
(Jonanthan Bethke, seniman muda dari Amerika Serikat)
Sebuah artikel yang saya baca di dalam buku Materi PAK, SMP berisi teladan yang diberikan Yesus.
Paulus telah menekankan bahwa Allah adalah benar dan adil, bahwa Dia mencurahkan kebenaran tersebut kepada orang yang percaya. Dengan kehadiran PutraNya, Yesus kita diperbaharui untuk hidup di dalam Roh dan menjadi milikNya. Hidup di dalam daging artinya hidup di bawah kendali dan kekuasaan dosa.
Sementara hidup di dalam Roh akan menuntun kita kepada kebenaran Allah dan memberikan kebijaksanaan bagi kita. Bukan hanya melihat sebuah kebaikan, melainkan mewujudkan kebaikan itu di dalam setiap perbuatan kita. Dan sekali lagi kita diingatkan, kehadiran Yesus bukan untuk meniadakan melainkan untuk menggenapi. Agar semuanya menjadi benar di dalam Allah.[Vie]
Hukum Taurat, walaupun baik, diperalat dosa untuk membelenggu orang. Tetapi kita bebas daripadanya karena Kristus mati demi keselamatan kita.