Sebelum Aku Pergi dan Tidak Ada Lagi Renungan Harian 24 Februari 2021

Bacaan : Amsal 30 : 1 – 9 |  Pujian : KJ. 452
Nats:
“Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kau tolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.” (Ay. 7-8)

Umumnya ada tiga hal yang pasti dalam hidup kita, yakni: tua, sakit, dan mati. Demikianlah Agur mengingatkan kita dalam doanya. Menurutnya ada baiknya kita mempertimbangkan apa yang kita perlukan dan apa saja yang harus kita minta dari Allah. Sebab jika doa orang percaya tidak dikabulkan sebelum kematian, doa-doa setelahnya pun tidak akan dikabulkan, sekalipun seruan Tuhan, Tuhan. Tidak ada hikmat atau perbuatan ini di dalam kubur.

Hidup kita bukan lagi tentang kekayaan atau kemiskinan, namun hanyalah hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan bersyukur untuk anugerah-Nya yang senantiasa cukup bagi setiap kebutuhan kita. Itulah yang menjadi perkataan-perkataan Agur bin Yake:  Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Sebagian orang memahami ini sebagai doa untuk pengampunan dosa. Memang benar tidak ada hal lain yang lebih jahat bagi kita selain dosa. Sebab, ketika Allah mengampuni dosa, Ia menjauhkannya, Ia melenyapkannya. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan: Dengan ini Agur tidak ingin mengatur-atur Allah, atau berpura-pura mengajarkan kepada-Nya keadaan apa yang harus ditetapkan-Nya untuk dia. Tidak pula ia berdoa untuk meniadakan kemiskinan atau kekayaan sama sekali. Karena memang ada yang jahat di dalam keduanya, namun oleh anugerah Tuhan, keduanya dapat dikuduskan dan menjadi sarana kebaikan bagi kita. Tuhan tetap peduli bagi setiap umat-Nya apapun kondisi dan keadaannya. Oleh sebab itu sebelum kita pergi dan sudah tidak ada lagi di dunia, biarlah kita terus dipimpin oleh anugerah Tuhan dan pemeliharaan Tuhan yang baik. (rac)

“Kematian bukanlah bencana terbesar dalam hidup ini. Bencana terbesar dalam hidup adalah ketika ketakutan kita kepada Allah sudah mati saat kita masih hidup”.

 

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •