Bacaan : Keluaran 1 : 1 – 7 | Pujian : KJ. 107
Nats: “Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.” (Ay. 7)
Washburn Tunnel adalah terowongan kendaraan bermotor bawah laut dua jalur yang menghubungkan Galena Park dan Pasadena, dua pinggiran kota Houston, Texas. Terowongan sepanjang 1,15 kilometer ini dirancang khusus agar memenuhi aspek-aspek keselamatan bagi setiap kendaraan yang melewatinya. Salah satu nya adalah kekuatan intensitas cahaya di portal yang memiliki kekuatan tiga kali lebih terang daripada bagian interior. Ini mencegah kebutaan sementara saat memasuki terowongan. Kebutaan sementara harus dicegah agar tidak terjadi kecelakaan saat berada dalam terowongan ataupun sekeluarnya dari terowongan.
Berjalan dalam kegelapan bukanlah hal yang mudah. Bahkan ada sebagian orang yang ketakutan saat berada di dalam kegelapan. Dia bisa berteriak kencang dan histeris manakala listrik di sekitarnya padam. Itulah yang biasa di sebut sebagai phobia kegelapan.
Yusuf pernah menjalani kehidupan yang gelap. Dia dibuang, difitnah bahkan pada akhir dia dipenjara. Sungguh sebuah kehidupan yang kelam dan gelap. Namun Alkitab mencatat, dalam kegelapan yang dialaminya, Yusuf tetap tekun dan bertahan dalam kesetiaannya kepada Tuhan Sang Penciptanya. Ia tetap menjaga relasinya yang intim dengan Tuhan. Ia tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. Bahkan yang lebih penting dari itu, jalan yang gelap bisa dipakai Tuhan untuk menyatakan rahmat-Nya kepada Yusuf.
Yusuf mengalami kehidupan yang berbeda, manakala ia ditunjuk menjadi tangan kanan Raja Firaun. Bahkan karena kedudukannya itu, pada akhirnya semua keluarganya beroleh rahmat saat berada di Mesir. Kesaksian para penulis Alkitab menunjukkan bahwa ke-12 suku nenek moyang Israel pun secara imani mendapatkan pemeliharaan Tuhan di tanah mesir.
Kita diajak belajar dari Yusuf, yang mau tetap setia saat berjalan dalam kegelapan. Karena sesungguhnya selalu ada terang dibalik kegelapan. Sama seperti terowongan yang gelap, namun diujungnya ada terang yang melegakan. Tetap meyakini keberadaan Tuhan dan penyertaan-Nya dalam kehidupan kita adalah cara terbaik untuk mengatasi kegelapan. (OKA).
“Jalan yang gelap, tetap bisa dipakai Tuhan untuk menyatakan rahmat-Nya.”