Bacaan: Nahum 2 : 3 – 13 | Pujian: KJ. 260
Nats: “Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan membakar keretamu menjadi asap, dan pedang akan memakan habis singa mudamu; Aku akan melenyapkan mangsamu dari atas bumi, dan suara utusan-utusanmu tidak akan terdengar lagi.” (Ayat 13)
Chris John adalah seorang petinju Indonesia. Ia mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia. Ia mencatatkan rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa. Ia juga mencatatkan rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola. Namun, rekor tak terkalah Chris John musnah di tangan petinju Simpiwe Vetyeka pada tahun 2013. Petinju kelas dunia dan record tak terkalahkanpun akhirnya akan kalah juga, semua ada masanya, masa kejayaan dan masa dimana harus dikalahkan.
Bacaan firman Tuhan hari ini mengisahkan Niniwe yang dulu berkuasa, kini mengalami kekalahan, diserang oleh lawan-lawannya. Kejahatan Niniwe sudah tidak bisa didiamkan lagi, kota yang besar nan hebat itu telah membuat bangsa-bangsa lain sangat menderita termasuk Yehuda. Kondisi Niniwe sekarang berbeda dengan saat Nabi Yunus datang ke sana. Setelah mereka diperingatkan oleh Yunus, mereka bertobat sehingga Tuhan tidak menjatuhkan malapetaka. Namun, sekarang mereka melakukan kekejian dan sangat keras kepala, sehingga Tuhan murka. Tuhan menginginkan kehidupan yang rukun, tetapi mereka melakukan penindasan dan perampasan. Karena itu, Tuhan memakai bangsa Babel dan Media untuk melawan Asyur, yang sebelumnya menjadi bangsa yang hebat, namun kemudian mengalami kekalahan telak.
Melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa kehebatan yang berbuah kekejaman justru mendatangkan kehancuran. Kekuatan dan kegagahan tidak ada artinya jika mudah melakukan tindakan yang semana-mena kepada orang yang lemah. Kehidupan manusia hanya sementara, Tuhan bisa saja mengambil apa yang kita miliki saat ini ketika hidup kita semena-mena kepada orang yang lemah dan tidak taat kepada Tuhan. Sebagai orang yang menghidupi dan meneladani Kristus tentunya jika ada kelebihan di dalam diri kita, mari kita bagikan kepada orang lain. Akan indah jika di dalam hidup, kita saling mengasihi, berbagi, menolong daripada menjalani hidup dengan mengutamakan kekuatan dan bertindak semena-mena. Amin. [LEN].
“Jangan semena-mena dalam hidup, tetapi hiduplah yang berdampak.”