Kedewasaan Renungan Harian 22 Oktober 2018

22 October 2018

Bacaan : Ibrani 6 : 1 – 12  |  Pujian: KJ 369a
Nats: “Agar kamu jangan menjadi lamban tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” [ayat 12]

Setiap orang pada dasarnya pasti menginginkan kemajuan dalam hidup. Misalnya kenaikan jabatan, peningkatan strata pendidikan,dsb sehingga status sosialnya meningkat. Kemajuan semacam itu semestinya juga terjadi dalam hal kehidupan Kristen. Jika pada kehidupan sekarang kita penuh dengan kejahatan dan kebohongan, maka kehidupan masa depan diharapkan lebih baik secara menyeluruh dan dipenuhi oleh damai sejahtera. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kedewasaan dalam pengetahuan, watak dan iman Kristen yang diimplementasikan dalam wujud perubahan akal budi, perubahan sikap terhadap Allah & terhadap sesama manusia serta perubahan dari diri sendiri dalam mengenal siapa Yesus Kristus itu sebenarnya.

Apabila seseorang semakin tua, ia diharapkan lebih mampu menggambarkan karakter Kristus dalam kehidupannya. Itu terwujud melalui kedewasaan iman Kristen yang terus bertumbuh-kembang. Penulis Surat Ibrani ini menggambarkan dan mengartikan kedewasaan bagi orang Kristen sebagai berikut:

  • Mengerti dan menyadari bahwa Yesus adalah terang dunia. Ia menerangi hati setiap manusia dalam pengetahuan, kesukaan, damai sejahtera, hikmat dan rahmat khususnya bagi mereka yang hidup bersama Kristus dan berdamai dengan Allah.
  • Mengerti dan menyadari bahwa orang percaya mendapat bagian dalam Roh Kudus, sehingga memiliki pedoman dan kekuatan baru dalam hidupnya
  • Mengerti dan menyadari bahwa dengan menikmati Firman Tuhan dan indahnya kuasa Tuhan maka kita mencerminkan kebenaran. Ini seperti orang buta merindukan terang sehingga mampu memahami arti dan makna kehidupan karunia Allah.
  • Menyadari bahwa salib adalah simbol kasih yang penuh derita dalam hati Tuhan. Itulah cara Tuhan mengasihi manusia untuk membebaskannya dari dosa. Dosa tidak saja melanggar hukum Allah, tetapi juga perbuatan yang menghancurkan hati Allah, menodai gereja dan mempermalukan diri sendiri sebagai orang percaya.

Marilah kita berjuang terus untuk meningkatkan kualitas kedewasaan iman sehingga Allah berkenan. [SRI]

“Hanya dalam Kristus saja manusia dapat damai dengan Allah”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak