Bacaan: Mazmur 33 : 12 – 22 | Pujian : KJ. 436 : 1, 2
Nats: “TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia, …” (Ayat 13)
Alkisah Mukidi pergi merantau dari desanya. Di perantuan Mukidi banyak melewati rintangan dan berbagai kesulitan hidup. Pada suatu saat, bekal dan persediaan makanannya habis dan dua hari lamanya ia tidak makan dan minum. Tidak ada seorangpun yang melihat dan mengetahui keadaan Mukidi. Pada satu kesempatan, Mukidi melihat ada dompet di jalan. Ia memungutnya, membuka isi dompet tersebut dan mendapatkan ada sejumlah uang yang besar di dalam dompet tersebut. Mukidi berpikir mungkin saja dia dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya yang sudah tidak lagi sanggup untuk dipikulnya. Namun ia sadar sekalipun tidak ada orang yang melihat, tapi Tuhan melihatnya. Pada akhirnya ia berdiri dan melihat alamat pemilik dompet tersebut serta berupaya untuk mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya.
Pemazmur mengingatkan bahwa Tuhan memperhatikan umat-Nya. Meskipun tempat kediaman Allah ada di sorga, namun dari sana Dia bukan hanya memandang seluruh bumi, tetapi juga bisa menilik secara khusus semua penduduk bumi. Ia tidak hanya melihat mereka, tetapi juga memandang mereka dengan seksama. Begitu seksama sampai pikiran sekecil apapun tidak bisa luput dari pengamatan-Nya. Orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan berpikir bahwa karena Allah berdiam di sorga di atas, Dia tidak dapat atau tidak akan memperhatikan apa yang dilakukan di dunia di bawah ini. Namun dari sana, meskipun begitu tinggi, Tuhan melihat kita semua, dan semua orang serta segala sesuatu telanjang dan terbuka dihadapan-Nya.
Berbagai macam persoalan datang silih berganti di dalam kehidupan manusia tak terkecuali orang-orang Kristen. Namun seringkali banyak orang tidak siap menghadapi berbagai macam persoalan itu. Bahkan seringkali seseorang mudah menjadi panik dan kuatir. Ketika seseorang panik dan kuatir tentang kehidupannya saat ini atau masa depannya, artinya dia tidak menyadari bahwa Tuhan ada melihatnya. Hari ini marilah kita sungguh-sungguh menyadari bahwa hidup kita ada dalam pengawasan Tuhan. Tetap lakukan yang terbaik dan benar sebab mata Tuhan senantiasa tertuju pada kita. (YHS)
“Berbuatlah bukan karena orang lain melihat anda, melainkan berbuatlah karena TUHAN melihat anda.”