Aku Masih Seperti yang Dulu Pancaran Air Hidup 22 Maret 2021

22 March 2021

Bacaan :  Yesaya 43 : 8 – 13 | Pujian : KJ. 280
Nats:
… supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia.” (Ay. 10b)

“Aku masih seperti yang dulu, menunggumu sampai akhir hidupku
Kesetiaanku tak luntur hatipun rela berkorban, demi keutuhan kau dan aku”

Petikan lagu di atas berjudul “Aku masih seperti yang dulu”, lagu yang dinyanyikan oleh Dian Piesesha ini mengisahkan kesetiaan seorang yang menunggu kekasihnya kembali. Dia tidak pernah berubah dan tetap setia menunggu sang kekasih sampai akhirnya dapat bersatu kembali.

Pada bacaan kita, Firman Tuhan datang kepada bangsa Israel melalui nabi Yesaya. Di sini kita  melihat kesetiaan Tuhan menunggu umat-Nya kembali ke Yerusalem setelah mereka mengalami pembuangan di Babel. Di masa awal pembebasan bangsa Israel ini, banyak orang Israel yang meragukan nubuat Yesaya karena mereka merasa sudah terlalu lama menderita dan bahkan sudah mulai merasa nyaman hidup di tanah Babel. Maka, terjadi penolakan ketika Yesaya menyampaikan berita pembebasan Israel dan mengajak mereka untuk kembali ke Yerusalem. Oleh karena itu Tuhan menegaskan kepada bangsa Israel yang kurang percaya bahwa Dia tetap seperti yang dulu, tetap Allah yang mereka sembah dan mereka pun juga tetap umat pilihan Allah. Dengan demikian bangsa Israel dapat menjadi saksi akan kebesaran dan kedaulatan Allah atas mereka.

Percaya dan berserah penuh kepada Tuhan dalam kehidupan kita sangatlah penting. Karena dengan demikian kita tidak lagi meragukan karya Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita. Mungkin kita mengalami penderitaan seperti bangsa Israel, namun jangan pernah meragukan Tuhan dalam kasih dan karya-Nya terhadap hidup kita. Karena ketika kita ragu akan kesetiaan Tuhan, maka kita pun mulai tergoda untuk memilih jalan yang salah. Jalan yang mungkin membuat kita merasa nyaman, namun pada akhirnya justru membawa kita dalam penyesalan. Oleh sebab itu mari kita terus percaya kepada Tuhan karena kasih-Nya yang telah dilimpahkan bagi kita. Jangan ragu! (RES)

“Percaya adalah kunci untuk merasakan berkat Tuhan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak