Bacaan : Matius 9 : 27 – 34 | Pujian : KJ 361 : 1 – 3
Nats : …: Ya Tuhan, kami percaya [ayat 28]
Kita pasti tidak sekali dua kali mendengar atau menyaksikan ada berita atau peristiwa, baik itu di media massa atau sekitar kita, yang mewartakan ada orang dengan sengaja membunuh dirinya sendiri karena gelap mata dan putus asa. Hampir selalu peristiwa itu disebabkan oleh persoalan hidup yang seolah buntu dan tidak dapat diselesaikan. Misalnya persoalan ekonomi, terbelit hutang, masalah penyakit yang tidak kunjung sembuh atau peristiwa yang lain yang menyangkut kehidupan pribadi. Istilah yang sering dipakai adalah “PUTUS ASA” yang artinya “putus harapan atau hilang harapan”
Dua orang buta yang dikisahkan dalam Matius sangat berbeda. Sekalipun mereka hidup dalam gelap, dan gelap itu menjadi persoalan bagi mereka, tetapi hati mereka diterangi oleh suara yang hanya mereka dengar. Suara yang mengabarkan tentang keberadaan Yesus yang akhirnya melahirkan iman dan kepercayaan yang dapat dijadikan sumber pengharapan sumber solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Sekalipun mereka hidup dalam gelap mereka tidak berputus asa, harapan mereka semakin berkobar dan menyemangati mereka untuk datang pada Yesus. Tak perduli dalam kondisi apapun dan situasi yang bagaimanapun mereka mengikuti Yesus dan bertekat mewujudkan harapannya. Ketika mereka telah dekat dengan Yesus, harapan merekapun menjadi nyata “Jadilah kepadamu menurut imanmu”.
Kuasa iman jika dilihat dari peristiwa ini sangatlah luar biasa. Iman menjadikan setiap orang terus dapat berjalan ke depan sambil memelihara pengharapannya. Peristiwa yang dialami dua orang buta ini dapat menjadi contoh yang baik bagi kita. Peristiwa yang dapat menyemangati kita dalam menjalani hidup dan menguatkan kita saat menghadapi tantangan tanpa harus berputus asa sekalipun itu berat. Mari kita ingat bahwa ada Yesus yang dapat menjadi sumber pengharapan kita. Amin [GaSa]
“Tegaknya tubuh berdiri karena tumpuan yang kuat. Yesuslah Sang Tumpuan itu”