Ngelek Pancaran Air Hidup 22 Juli 2022

Bacaan: Ester 3 : 7 – 15 | Pujian: KJ. 424
Nats: “kemudian titah raja kepada Haman: Perak itu terserah kepadamu, juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kau pandang baik.” (Ayat 11).

Istilah “Ngelek” bagi anak muda saat ini berarti ada jaringan internet yang tidak lancar atau tersendat, sehingga koneksi internet tidak tersambung dengan baik dan lancar. Kondisi demikian membuat tidak nyaman dan bisa salah memahami tayangan yang terputus dikarenakan jaringan yang buruk tersebut.  

Hal ini senada dengan teks hari ini tentang komunikasi yang “ngelek” antara Raja Ahasyweros dan Haman. Ahasyweros merupakan raja yang baik hati dan mencintai semua rakyatnya, semua yang ada disekitarnya. Oleh sebab itu, Raja Ahasyweros memiliki kewibawaan dalam memerintah. Hati mulia Raja, dimanfaatkan oleh Haman dengan siasatnya yang jahat untuk membunuh Mordekhai, seorang Yahudi yang tidak mau sujud kepadanya. Haman menyampaikan berita bohong kepada Raja Ahasyweros tentang suatu bangsa yang hidup dalam wilayah dan kekuasaan raja Ahasyweros tetapi tidak melakukan perintah raja dan menolak ketetapan raja sehingga harus dimusnahkan. Muslihat Hanam ini membuat raja memberikan kuasa kepada Haman melakukan hal yang dianggap baik, supaya wilayah kekuasaan raja tetap aman dan kondusif. Raja beranggapan, Haman mempunyai niat yang baik dan tulus, tetapi ternyata sebaliknya. Komunikasi antara raja dan Haman “ngelek” karena raja berdasar perspektif kebaikan untuk semua wilayah kekuasaannya, sedangkan Haman memiliki niat jahat dengan memanfaatkan kekuasaan raja.

Dalam hidup sering terjadi komunikasi yang “ngelek” antara sesama dan bahkan dengan Tuhan. Komunikasi yang “ngelek” dengan sesama, sering terjadi karena masing-masing orang hanya melihat dari sudut pandangnya sendiri, sehingga kejelasan faktual yang bersifat obyektif tidak dipahami bersama. Supaya tidak terjadi komunikasi yang “ngelek” dalam keluarga atau sesama baiklah kita saling terbuka satu sama lain, tidak ada yang ditutupi atau bahkan tidak ada maksud yang terselubung. Begitu juga, saat membangun komunikasi dengan Tuhan, supaya tidak “ngelek”, mari kita setia bertanya maksud dan rencana Tuhan di dalam kehidupan kita. Kita tidak hanya hidup dalam perspektif kita saja. Tuhan memberikan kepercayaan kepada kita untuk hidup seturut dengan Firman-Nya, supaya sesuai dan tidak “ngelek”, maka setialah hidup bersama dengan Tuhan secara terbuka. Hendaknya kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita, kita pergunakan sebaik mungkin dan terbuka. Amin. [Kulz].

 “Katakan dengan jujur dan terbuka akan menjadi berkat”

 

Bagikan Entri Ini: