Bacaan: Mazmur 37 : 1 – 11 | Pujian: KJ. 425 : 1
Nats: “Ia akan menerbitkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” (Ayat 6)
Ada sebuah kisah tentang seorang pria pencinta alam sedang berkemah di hutan lindung. Ia berkemah di situ dengan tujuan menikmati keindahan alam yang ada. Namun pada saat ia berkemah, tiba-tiba datang sekelompok orang yang menebang pohon-pohon di hutan itu secara liar. Ketika pria itu melihat pembabatan hutan secara illegal, hatinya menjadi panas dan marah. Lalu ia pergi ke kemahnya untuk mengambil alat pembela diri. Namun setelah berpikirkan sejenak, ia menyadari bahwa tindakannya itu salah. Ia berpikir bahwa apabila ia menyerang pemabat liar tersebut, maka akan menimbulkan sebuah masalah yang lebih besar. Akhirnya ia mengurung niatnya dan memilih untuk melaporkan para pembabat liar tersebut kepada polisi setempat. Tidak lama kemudian polisi datang, lalu menangkap pembabat liar tersebut.
Bacaan kita hari ini Mazmur 37 : 1 – 11 berisikan ungkapan hati Daud terkait dengan orang-orang yang berbuat jahat. Daud mengungkapkan orang yang jahat hatinya itu ibarat rumput yang lisut dan tumbuhan yang layu. Dalam arti, orang yang jahat ini seperti seseorang yang sakit jiwanya sehingga tindakannya membuat dirinya semakin hancur. Dari Mazmur ini kita dapat melihat bahwa Daud tidak menginginkan hal itu terjadi kepada manusia. Tulisan Daud ini merupakan sebuah peringatan bagi kita, apabila kita melihat saudara kita atau seseorang melakukan tindakan jahat, maka hendaknya kita melawannya dengan kebaikan. Hal ini ia ungkapkan supaya kita juga tidak ikut jatuh ke dalam jurang yang sama.
Ketika kita melihat orang lain melakukan kejahatan, seringkali kita cenderung ingin membalasnya dengan kejahatan juga. Ketika kita melakukannya, tanpa kita sadari melawan kejahatan dengan kejahatan itu justru akan menghancurkan kedua belah pihak. Namun apabila kita melawannya dengan jalan kebaikan, maka kita tetap berada di dalam jalan yang benar dan mungkin kita juga dapat menyelamatkan pihak yang kita lawan. Kisah dari seorang pria yang menahan diri untuk menyerang pembabat hutan itu merupakan tindakan konkret tidak melawan kejahatan dengan kejahatan. Disamping menyelamatkan hutan dari pemababatan secara liar, ia juga memberi peringatan tegas akan pentingnya menjaga alam dengan benar. Amin. [GSC].
“Jadilah pembawa damai untuk menghancurkan kekuatan jahat!”