Bacaan : Yesaya 42 : 10 – 17 | Pujian: KJ 337
Nats: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi!”[ayat 10]
Pernahkah saat mengalami tekanan pekerjaan atau permasalahan lalu pergi sejenak untuk menghirup segarnya udara di tepi pantai sambil menikmati gemuruh suara ombak atau berjalan di tepian sawah sambil menikmati hamparan sawah dengan suasana yang tentram atau sekedar duduk di teras menatap langit yang cerlang, setelah itu kita merasa segar kembali. Tidak ada yang berubah dengan beban pekerjaan atau masalah kita, hanya saja rasanya berbeda: seperti ada semangat baru yang mengalir setelah sejenak menikmati indahnya alam sembari dalam batin kita berucap ‘wow, cantiknya pantai ini’ atau ‘sungguh indah ciptaanMu Tuhan’.
Tahukah kita bahwa sesungguhnya alam semesta tanpa kita sadari selalu memuji Tuhan melalui gemuruh lautan, sepoi angin, segarnya udara pagi, sentuhan sinar mentari, keheningan malam ataupun gemerisik angin yang menggoyangkan ranting pepohonan. Suasana yang dipenuhi pujian pada Tuhan selalu membawa aura yang baik bagi makhluk disekitarnya, termasuk bagi manusia. Itulah mengapa saat kita mau mengambil waktu sejenak menikmati alam disekitar kita, kita merasa disegarkan kembali. Itu pulalah cara Tuhan menolong setiap umatNya. Melalui semesta dengan cara-cara yang tidak kita ketahui Tuhan memberi semangat, inspirasi dan tuntunan untuk melangkah saat kita merasa seperti orang buta, yaknidunia terasa gelap oleh berbagai persoalan hidup kita. Bila kita mau sejenak merasakan keberadaan semesta di sekitar kita, bahkan ikut serta memuji Tuhan. Kita dapat merasakan harapan sekaligus janji Tuhan bagi umatNya, karyaNya nyata melalui semesta, membuka jalan bagi tiap insan. [fani]
“Menjaga alam, menjaga karya Tuhan. Mensyukuri semesta, menikmati anugerahNya.”