Bacaan : II Tawarikh 20 : 1 – 22 | Nyanyian : KJ 434 : 1, 2
Nats : “…, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” [ayat 21]
Setiap manusia diyakini memiliki emosi yang tidak sama. Ada yang mudah marah, ada yang emosinya cenderung datar-datar saja, alias penyabar. Apakah orang yang mudah emosi, tidak memiliki kasih? Atau sebaliknya, apakah bisa dipastikan seorang penyabar adalah seorang yang penuh kasih? Sebagai seorang pengikut Kristus, “tuntutan” umum sebagai seorang Kristen adalah penyabar dan penuh kasih. Apakah ada batasnya? Jawabannya, hanya Tuhanlah pemilik kasih setia yang tidak berkesudahan alias totalitas kasih setia tanpa batas.
Bangsa Israel adalah bangsa yang merasa sebagai bangsa yang dipilih Tuhan. Mereka sering meyakini bahwa Tuhan selalu berada di pihak mereka. Siapapun yang melawan mereka dapat dipastikan mengalami kekalahan. Apakah memang demikian adanya? Dalam bacaan kita ini memang demikian adanya. Saat Yosafat takut dengan musuh yang akan
dihadapinya, ia mencari Tuhan untuk meminta pertolonganNya (ayat 3), maka Tuhan datang dan mengalahkan musuh-musuhnya (ayat 15, 17, 22). Namun itu semua ada di Bawah Kendali Operasi (BKO) Tuhan (ayat 29). Tujuannya untuk menunjukkan kasih setiaNya yang tidak berkesudahan bagi setiap umat yang tidak menyimpang dari padaNya dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan (ayat 32). Dalam kisah-kisah yang lain pun, adakalanya Tuhan tidak menghiraukan seruan bangsa Israel, terutama saat mereka menyimpang dan melakukan yang tidak benar di mata Tuhan. Misalnya kisah keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian, ketika mereka membuat patung lembu emas yang disembah, dan yang lainnya.
Meski demikian, dari dulu, sekarang dan selamanya, kasih setia Tuhan tidak berkesudahan bagi umat yang setia kepadaNya. Kehadiran Tuhan Yesus ke dunia menjadi bukti nyata, manusia tidak mampu mengatasi kasih setia Tuhan yang melampaui segala akal, tempat maupun ruang waktu. Nikmati dan rasakan kasih setia Tuhan dalam setiap bagian hidup kita, maka kita akan senantiasa menyanyikan syukur kepadaNya. Amin. [tes]
“Tiada kuragu lagi untuk mengikuti kasih setia Tuhan”