Menghargai Pemberian Renungan Harian 20 Februari 2019

20 February 2019

Bacaan : Yeremia 22 : 11 – 17 | Pujian : KJ 246
Nats : “Tetapi matamu dan hatimu hanya tertuju kepada pengejaran untung, kepada penumpahan darah orang yang tak bersalah, kepada pemerasan dan kepada penganiayaan!”[Ayat 17]

Seorang pahlawan akan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan apa yang menjadi tujuan hidup dan keberadaannya. Dia akan menjadi teladan yang baik dan mau berjuang untuk kebaikan bersama. Misalnya pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia atau guru yang dikenal sebagai pahlawan tanpa
tanda jasa. Mereka tentunya berkorban tenaga, waktu dan apa yang mereka miliki untuk kehidupan dan keberhasilan bersama. Hal tersebut dilakukan karena mereka tahu bahwa hidup ini adalah pemberian Tuhan yang harus dipergunakan sebaik mungkin. Begitu juga hendaknya bagi umat Tuhan dan semua orang yang dipakai untuk menyatakan kemahakuasaanNya.

Raja Salum dan Raja Yoyakim merupakan pribadi yang dipilih Tuhan untuk melajutkan pemerintahanNya bagi umat. Raja Salum hanya memerintah selama tiga bulan sebelum ditawan oleh raja Mesir. Sedangkan Raja Yoyakim pemerintahannya dipandang membebani rakyat. Ia kembali menghidupkan kerja paksa, memaksa rakyat bekerja tanpa upah. Panggilan Tuhan adalah untuk melakukan kehendakNya dengan senantiasa menyatakan keadilan dan kebenaranNya. Kekuasaan dan kesempatan memimpin diterima oleh kedua raja tersebut, namun mereka tidaklah menjalankannya dengan baik. Bahkan raja Yoyakim bertindak tidak adil dengan menindas rakyat. Hal tersebut tentu mendukakan hati Tuhan.

Setiap manusia diciptakan Tuhan untuk hidup bersama. Setiap pribadi juga dikaruniai niat baik dan rasa tanggung jawab. Semestinya setiap orang bisa menerima keberadaan yang lain dan tidak meniadakan dan membuat orang lain menderita oleh sikap dan tutur kata kita. Sudahkah kita bertindak yang terbaik dan melihat sesama sebagai subyek dan bukan obyek? Marilah saat ini kita lebih bertanggungjawab mempergunakan waktu dan segala kesempatan hidup pemberian Tuhan. Amin [GRA]

“Tindakan kekerasan dan ketidakadilan membawa dalam kehancuran”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak