Berani Tampil Beda Renungan Harian 20 April 2019

20 April 2019

Bacaan : Matius 27 : 57 – 66 | Pujian : KJ 396 : 3, 4
Nats : “Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,” [ayat 59]

Menjadi orang Kristen harus berani tampil beda. Tampil beda yang dimaksudkan adalah kita hidup dengan tidak mengikuti arus dunia tetapi hidup dalam standart Kehendak Allah. Ada standart nilai dan gaya hidup yang harus kita ikuti sehingga kita berbeda dengan anak-anak dunia. Banyak orang Kristen yang tahu hukum Tuhan dan mereka seharusnya hidup dalam standart kehendakNya, tetapi mereka terbawa arus dunia dan kompromi dengan dunia, mencari pembenaran sendiri demi memuaskan keinginannya sendiri. Banyak orang Kristen yang telah percaya kepada Yesus dan menjadikanNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, namun mereka hanya mendambakan berkat dari Sorga, tetapi tidak mau hidup sesuai dengan standart dan kwalitas hidup Kerajaan Sorga. Padahal salah satu syarat kita limpah dalam berkat Tuhan adalah hidup menurut kehendak Tuhan bukan menurut kehendak kita sendiri. Bacaan kita pada hari ini sedang membicarakan seseorang yang berani tampil beda, berani melawan arus dunia. Dia adalah Yusuf, seorang kaya, orang Arimatea. Markus 15:43, memberi keterangan bahwa Yusuf adalah seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menantinantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Dia berbeda dengan pemuka Yahudi lainnya yang membenci Yesus. Dari sikap yang dilakukannya untuk Tuhan Yesus, Yusuf tidak takut ditolak, diteror, ditekan oleh komunitasnya. Yusuf tidak takut kehilangan kekayaannya dan kebesarannya. Apapun resikonya akan diterima dan ditanggungnya. Bagaimana dengan kita, beranikah kita berlaku sama dengan Yusuf orang Arimatea? Demi melakukan kehendak Allah berani berlaku yang berbeda dari orang pada umumnya. Seringkali yang terjadi, ketika kita tergiur dengan kenikmatan sesaat, sudah menjadikan kita meninggalkan Tuhan.

Dalam keadaan tertekan dan kesulitan tertentu, membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Dengan melihat kisah hidup Yusuf, orang Arimatea, marilah menjadi pribadi yang memiliki pendirian yang teguh juga kokoh. Sehingga tidak mudah dirobohkan oleh arus dunia. Dalam segala perkara kehidupan ini, tetap mengikut Yesus dan mengutamakan kehendakNya.[Life]

“Sebab semua yang ada didalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:16)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak