Membangun Kesadaran Diri Pancaraan Air Hidup 20 Agustus 2022

Bacaan: Mazmur 103 : 1 – 8 | Pujian: KJ. 10
Nats:
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!” (Ayat 1)

Kesadaran diri (self awareness) secara sederhana dipahami sebagai upaya untuk mengerti dan memahami diri sendiri secara mendalam. Upaya ini akan sungguh mempengaruhi kehidupan seseorang baik secara jasmani maupun rohani. Salah satu contohnya, kesadaran diri membantu manusia memandang dirinya secara proporsional. Tidak under-estimate maupun over-estimate. Dari hal ini maka manusia tersebut mampu membangun relasi antara dirinya dengan Tuhan secara benar. 

Inilah yang tampak dalam bacaan hari ini. Secara tidak langsung, kita dapat merasakan jika Daud memiliki kesadaran diri yang baik. Daud menggugah dirinya sendiri untuk memahami dan menyadari bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta yang penuh dengan kemuliaan. Kesadaran itu menjadikan seluruh keberadaan kehidupan Daud, jiwa, dan batinnya (pikiran, emosional, perasaan hingga hati yang terdalam) dibawa untuk mengakui, memuji, berterima-kasih kepada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatunya itu. Ungkapan Daud, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!” menandakan jika kita dihadapan Tuhan sungguhlah berharga. Dihadapan Tuhan yang Kudus dan Mahakuasa, kita bukanlah siapa-siapa.

Atas dasar inilah, mari kita membangun diri di hadapan Tuhan secara sungguh-sungguh. Dalam limpah berkat dan kebaikan-Nya, kita terus bergerak menjadi berkat. Membangun hidup menjadi pribadi yang berakal budi luhur. Dalam kemahakuasaan yang dimiliki-Nya baiklah kita menjadi pribadi yang memiliki kerendahan hati. Semua itu bisa kita lakukan jikalau setiap kita mengupayakan penyadaran diri (self awareness) dalam hidup ini. Dengan senantiasa menyadari keberadaan diri kita berharga dihadapan Allah, tentunya kita akan mempergunakan hidup pemberian Allah dengan sebaik-baiknya. Kita menjalani setiap hal di dalam kehidupan kita seturut kehendak-Nya. Kita melakukan yang terbaik dalam hidup kita demi kemuliaan Sang Kristus. Kesadaran diri sebagai anak Allah akan memampukan kita untuk selalu memancarkan terang kasih dalam hidup kita. Amin. [garlic]

“Setiap orang bisa menjadi juri tapi tidak semua orang memiliki kesadaran diri”

 

Bagikan Entri Ini: