Bacaan: Lukas 17 : 5 – 10 | Pujian: KJ. 446 : 1, 4
Nats: “Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Ayat 10).
Kita tentu pernah mendapatkan tugas, baik itu tugas dari atasan tempat kita bekerja, tugas dari pengurus lingkungan tempat kita berada, ataupun tugas dari Majelis Jemaat di gereja kita. Tugas tersebut seperti menemui klien/ rekanan bisnis, mewakili lingkungan mengikuti lomba kampung bersih atau berkhotbah pada ibadah Minggu. Ada hal yang perlu menjadi perenungan bagi kita dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada kita tersebut. Yang pertama, bagaimana sikap kita ketika menerima tugas yang diberikan kepada kita? Sukacita, senang hati, berat hati atau nggrundel? Kedua, bagaimana cara kita agar tugas tersebut dikerjakan dan dapat diselesaikan? Dengan penuh semangat sampai tuntas atau sekenanya, sekedarnya saja. Dan yang terakhir, bagaimana setelah kita menyelesaikan tugas tersebut? Membanggakan diri saat berhasil atau menyalahkan orang lain saat gagal.
Bacaan kita pada hari ini, diawali dengan permintaan para murid Tuhan Yesus untuk menambahkan iman kepada mereka. Permintaan ini tentu menunjukkan bahwa hal iman bagi para murid adalah sesuatu yang sangat penting dan berharga. Kemudian Tuhan Yesus memberikan pengajaran tentang biji sesawi disambung dengan pengajaran tuan dan hamba. Pengajaran Tuhan Yesus ini hendak mengingatkan para murid bahwa iman itu penting, tetapi iman tidak ada artinya tanpa ada ketaatan. Mau iman itu ditambahakan seberapapun kepada mereka, namun jika di dalam kehidupan mereka tidak ada ketaatan kepada Tuhan, tidak ada artinya sama sekali. Ketaatan itu ditunjukkan dengan melakukan segala tugas yang diberikan dengan baik dan rendah hati.
Melaksanakan tugas dengan baik dan dengan penuh rendah hati sesungguhnya juga merupakan wujud iman yang nampak. Oleh karena itu, apapun tugas kita, baik besar ataupun kecil, siapapun yang memberikan tugas, terimalah itu dengan penuh sukacita, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya, dan akhirilah itu dengan rendah hati, seperti perkataan hamba kepada tuannya, “Kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Amin. [PKS].
“Mari terus belajar menghamba.”