Bacaan : Matius 19 : 16 – 22 | Pujian : KJ 51 : 1, 2
Nats : “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (ayat 21)
Apakah yang saudara pikirkan mendengar istilah harta? Menurut KBBI harta adalah barang (uang) yang menjadi kekayaan, barang milik seseorang. Seorang yang kaya, ia memiliki banyak harta benda seperti tanah, rumah, kendaraan, perhiasan, uang dll. Dengan harta kekayaannya itu, ia dapat memenuhi keinginannya. Ingin makan enak tinggal pergi ke restoran, ingin baju yang bagus dan bermerek tinggal pergi ke mall, uang tidak menjadi persoalan baginya, semua yang diinginkan dapat dibeli. Lantas bagaimana sikap kita dengan harta yang kita miliki?
Perikop kita bercerita tentang seorang pemuda kaya yang datang kepada Yesus. Ia bermaksud untuk mengikut Yesus dan mengharapkan hidup kekal. Pemuda ini merasa pantas menjadi murid Yesus, sebab ia telah melakukan semua ketetapan dalam hukum Taurat dan berbuat baik. Kemudian Yesus mengatakan pada pemuda kaya itu untuk menjual harta miliknya dan memberikannya kepada orang-orang miskin. Apa yang terjadi selanjutnya? Ayat 25 menyebutkan ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Dia merasa kecewa dengan perintah Yesus itu. Ia segera pergi meninggalkan Yesus, sebab ia tidak ingin kehilangan harta miliknya.
Hal mengikut Yesus berarti kita mau melepaskan diri dari keterikatan pada harta yang kita miliki. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh kaya atau memiliki harta benda. Yang Tuhan kehendaki agar hati dan pikiran kita senantiasa tertuju kepada Tuhan Yesus. Hati kita tidak hanya sekedar memikirkan materi atau harta kekayaan saja. Hidup dan waktu kita bukan sekedar tertuju pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan saja. Mengikut Yesus artinya kita tidak terikat pada harta duniawi sebab kita mendapatkan jaminan harta di sorga, yaitu keselamatan dan hidup yang kekal bersama Tuhan di sorga. Apa yang kita miliki di dunia hanyalah sementara dan tidak menjadi jaminan akan keselamatan dan kebahagiaan hidup kita. Milikilah harta sorgawi, raihlah harta yang tak akan pernah habis yaitu hati dan hidup yang terarah dan bersandar hanya pada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat sejati. (AR)
“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius 6:21)