Bacaan: Galatia 5 : 16 – 26 ǀ Pujian: KJ. 237
Nats: “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Ayat 25).
Selama bulan November 2021 IPTh Balewiyata mengadakan pembekalan untuk Penatua dan Diaken terpilih masa bakti 2022-2024. Dalam sesi pertama Spiritualitas Panggilan, Pdt. Ari Mustyorini memberikan gambaran panggilan Yesaya, Musa, dan Yunus. Tiga model panggilan yang ada dan dapat dijumpai dalam kehidupan berjemaat. Yesaya menerima panggilan dari Allah dan langsung mengiyakan. Musa sempat ragu-ragu saat menerima panggilan dari Allah serta harus diyakinkan terlebih dahulu. Yunus dari awal tidak mau menerima panggilan dari Allah dan saat dipaksakan ya tetap tidak baik jadinya. Ketiga model tersebut ada dan bisa dijumpai setiap proses dauran terjadi. Yang ragu-ragu atau tidak mau kadang merasa bahwa dirinya tidak layak, tidak bisa apa-apa, tidak memiliki banyak waktu atau berbagai alasan lainnya.
Jemaat Galatia diingatkan oleh Paulus untuk dapat melayani sesamanya dengan merdeka. Terutama bagi orang-orang Kristen bukan Yahudi. Saat Allah telah memanggil dan memilih mereka, maka Allah memperlengkapi mereka dengan buah-buah Roh yang memampukan mereka untuk setia melayani dan menjadi pengikut Kristus. Tidak harus menjadi seperti orang Yahudi untuk dapat menjadi pengikut Kristus yang setia. Mereka dipanggil, dipilih dan memiliki keistimewaannya sendiri. Yang utama yang harus dilakukan adalah hidup dalam Roh. Daging menggambarkan eksistensi manusia yang lemah, terkait dengan dunia, tidak dibebaskan. Sedangkan Roh menggambarkan inti pengenalan dan kehendak pribadi manusia yang layak menerima Roh Allah. Dengan Roh itulah mereka dimampukan untuk setia dan melayani secara terus menerus bahkan melayani menjadi cara hidup mereka.
Kupu-kupu sama sekali tidak bisa melihat keindahan warna sayapnya sendiri, tetapi manusia bisa melihat keindahan sayap kupu-kupu. Demikian juga saat manusia dipanggil untuk terlibat dalam pelayanan, kadang mereka melihat dirinya selalu kurang. Padahal orang lain bisa dengan jelas melihat betapa spesialnya dan berpotensi diri mereka untuk ikut terlibat dalam pelayanan. Masing-masing memiliki keunikan sendiri yang diberikan oleh Tuhan. Mungkin memang kita tidak sempurna, tetapi kita bisa melakukan tugas panggilan dan tanggungjawab dengan standar terbaik yang kita mampu lakukan, karena Allah memperlengkapi kita. Amin. [cha].
“Bukan selalu yang hebat tetapi hati yang mau terbuka untuk melayani dan diperlengkapi oleh Allah.”