Asli Renungan Harian 2 Februari 2019

2 February 2019

Bacaan : Yohanes 1 : 43 – 53 | Pujian : KJ 260
Nats : “Lihat, inilah seorang Israel sejati tidak ada kepalsuan di dalamnya” [ayat 47b]

Kita bisa melihat barang-barang palsu di sekitar kita. Memang kadang- kadang sulit untuk membedakan karena mirip. Namun pada akhirnya dapat diketahui mana barang yang asli dan mana yang palsu. Barang palsu atau asli akan diketahui pada hasil akhir karena mutunya.

Ketika Tuhan Yesus memanggil murid-murid pertamaNya, Tuhan Yesus memberikan apresiasi kepada Filipus bahwa ia adalah Israel sejati dan di dalam dirinya tidak ada kepalsuan. Tuhan Yesus yang mempunyai inisiatif memanggil para muridNya, para murid akan menjadi rekan sekerjaNya. Rekan sekerja dalam mengabarkan kabar keselamatan dan menjadi agen kebaikan. Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi murid Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak mempersoalkan status sosial, latar belakang pendidikan bahkan karakternya karena mereka akan berproses bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Yang dibutuhkan oleh Tuhan Yesus adalah ketulusan dan keikhlasan.

Kita semua adalah murid-murid Tuhan Yesus. Sudahkah kita mengikut Dia, melayaniNya dengan ketulusan dan keikhlasan? Apakah dalam mengikut dan melayani Dia masih ada kepalsuan? Jika masih ada marilah kita buang, lalu dengan kerendahan hati kita melayani dengan tulus dan ikhlas. Pelayanan di ladang Tuhan rawan terhadap konflik dan perpecahan, rawan persaingan, rawan iri hati. Pelayanan kita hendaknya berpusat pada Kristus bukan berpusat pada diri kita. Pelayanan yang berpusat pada diri sendiri adalah pelayanan yang ingin selalu diperhatikan, dipuji dan dianggap hebat. Perasaan demikian akan menjadikan seseorang mudah putus asa jika diingatkan, tersinggung jika diberi masukan bahkan dikritik. Berbeda jika pusat pelayanan kita pada Kristus, kritik, saran masukan dianggap sesuatu yang berguna untuk meningkatkan pelayanan. Karena berpusat pada Kristus maka mental spritualnya tangguh tidak gila pujian, tidak gila hormat dan tidak mudah tersinggung. Pelayanan yang disertai dengan ketulusan dan keikhlasan akan menjadi berkat bagi seluruh umat dan seluruh ciptaan. [jian]

“Hasil akhir yang baik adalah buah ketulusan“

Renungan Harian

Renungan Harian Anak