Iman Yang Tak Pernah Gagal Pancaran Air Hidup 2 Desember 2025

2 December 2025

Bacaan: Ibrani 11 : 32 – 40  |  Pujian: KJ. 273
Nats: Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita, sehingga tanpa kita, mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.” (Ayat 40)

Alkisah ada seorang anak yang tinggal di sebuah desa kecil. Ayahnya pergi ke luar negeri bertahun-tahun lamanya dan hanya meninggalkan satu surat tertutup yang bertuliskan: “Jangan buka surat ini sampai waktunya tiba. Percayalah, warisan besar sedang menantimu.” Tahun demi tahun berlalu, anak itu hidup sederhana, dengan penuh pengharapan. Ia menjaga surat itu dengan baik, tidak pernah dia membuka surat itu sebelum waktunya. Orang-orang mencemoohnya, mengatakan surat itu palsu, harapan itu sia-sia. Tetapi ia tetap percaya karena ia mengenal ayahnya.

Demikianlah iman para pahlawan dalam Ibrani 11. Mereka memegang janji Allah seperti memegang surat yang belum dibuka, penuh pengharapan dan kesetiaan, walaupun tak melihat secara langsung penggenapannya. Dalam masa Adven ini, kita tidak sekadar mengingat kelahiran Yesus, tetapi juga menantikan kedatangan-Nya kembali. Seperti anak yang menunggu saat membuka surat warisan itu, kita juga menunggu penggenapan janji Tuhan dengan iman. Ibrani 11 menyebutkan tokoh-tokoh yang luar biasa, seperti Gideon, Simson, Daud, dan Samuel. Mereka berjuang, menderita, bahkan mati demi iman. Namun mereka belum menerima seluruh janji itu, karena janji itu bukan hanya untuk mereka, tetapi juga untuk kita. Tuhan menyatukan generasi demi generasi dalam satu rencana penebusan. Iman mereka menjadi warisan iman kita. Maka kita dipanggil untuk tetap setia, menjaga “surat janji Allah” dengan harapan dan ketaatan, meskipun belum semua digenapi saat ini.

Adven mengajarkan kita untuk hidup seperti anak yang percaya pada surat warisan dari ayahnya, senantiasa bertekun dan berharap dalam iman. Kita mungkin belum melihat semua janji digenapi, tetapi kita tahu siapa yang berjanji. Dan janji-Nya tidak pernah gagal. Mari kita terus menantikan Sang Kristus dengan iman yang teguh, seperti para saksi iman sebelum kita. Amin. [dvd]

Iman sejati tidak menuntut bukti sekarang, tetapi percaya karena mengenal siapa yang berjanji.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak