Hikmah dibalik Musibah Pancaran Air Hidup 2 Desember 2021

2 December 2021

Bacaan: Filipi 1 : 12 – 18a | Pujian: KJ. 416
Nats:
“Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.” (Ayat 14)

Setiap orang tentu pernah mengalami musibah atau penderitaan dalam hidupnya. Respon setiap orang atas musibah atau penderitaan yang dialaminya tentu berbeda. Oleh sebab itu, ada kata-kata bijak yang seringkali disampaikan dalam khotbah atau ceramah sebagai penguat di tengah musibah atau penderitaan yang dialami yaitu “Hikmah Dibalik Musibah”. Kata-kata ini ingin menegaskan bahwa di tengah berbagai kondisi hidup kita, sekalipun itu musibah atau penderitaan, ada pelajaran atau hal baik yang bisa dipetik untuk melanjutkan kehidupan. Memang tidak secara langsung kita mengetahuinya, proses berat itu harus dijalani terlebih dahulu.

Begitu pula yang dialami oleh Paulus yang saat itu sedang berada di penjara. Hal ini membuat Paulus tidak bisa lagi melakukan perjalanan mengabarkan berita keselamatan Yesus Kristus. Tetapi apakah dengan begitu terhenti pula pemberitaan tentang Yesus Kristus? Apakah orang kemudian menjadi takut hal yang sama, seperti dialami Paulus? Tentu tidak. Bacaan kita mencatat bahwa kemajuan Injil tetap berlangsung. Justru melalui penjaralah, banyak orang Kristen yang tadinya takut memberitakan Injil menjadi berani dan tidak gentar lagi, sehingga Injil diberitakan lebih luas dan itu yang membuat Paulus bersukacita. Paulus juga mengungkapkan ada banyak maksud dalam pemberitaan Injil. Ia menegaskan bahwa apapun yang menjadi maksud dari pemberitaan Injil itu, yang terpenting adalah Injil tetap disebarkan ke semakin banyak orang. Oleh sebab itu, setiap orang perlu menguji pemberitaannya sendiri: “Apakah aku sudah murni memberitakan Injil, atau tidak?”

Kesulitan hidup apapun bisa datang dan menimpa siapa saja termasuk orang percaya. Semua itu seharusnya tidak membuat kita meninggalkan Tuhan tetapi tetap semangat melanjutkan kehidupan dan setia menanti jawaban dari kehendak Allah. Kita tetap memiliki pengharapan serta menaruh pengharapan kita tersebut pada kuasa Allah. Percayalah, di setiap pergumulan hidup, musibah atau penderitaan selalu ada pelajaran berharga yang hendak Allah nyatakan dalam kehidupan kita. Semua itu menjadikan kita semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan kasih-Nya. Amin. [Itha].

 “Bertumbuh dalam kedewasaan iman di tengah tempaan hidup.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak