Bacaan: Mazmur 49 : 1 – 13 | Pujian: KJ. 331
Nats: “Manusia tidak dapat bertahan dalam kegemilangannya, ia seperti hewan yang akan binasa.” (Ayat 13)
Jika mendengar kata “abadi”, apakah yang kita pikirkan? Sesuatu yang bertahan selamanya, tidak dapat binasa, tidak dapat rusak. Kita mungkin akan berpikir tentang kehidupan abadi yang menjadi impian setiap orang. Tetapi kita juga pasti sadar bahwa keberadaan kita, hidup kita bukanlah sesuatu yang abadi. Pada saatnya kita akan meninggalkan dunia ini dan kembali pada Sang Pemilik Kehidupan. Dengan demikian segala kejayaan, setiap pencapaian di dunia, dan segala milik kita akan lenyap. Meskipun saat ini manusia dengan teknologinya berlomba-lomba untuk menciptakan kehidupan yang sempurna, kehidupan yang diimpikan banyak orang, namun tetap tidak mampu mencapai keabadian hidup yang terbatas ini.
Keterbatasan hidup dan kesadaran bahwa manusia itu tidak abadi juga direnungkan oleh bani Korah dalam Mazmur 49 ini. Mereka menyadari bahwa kehidupan di dunia ini tidaklah selamanya, dan setiap manusia juga pasti akan binasa. Karena itu, menurut bani Korah, lebih baik jika mereka mengupayakan untuk mencari hikmat dalam hidup yang singkat ini daripada mengumpulkan harta. Karena hikmat dan pengertian akan membawa kehidupan mereka dalam damai sejahtera, sedangkan harta benda yang mereka miliki justru akan membuat hati tidak tentram dan membuat manusia menjadi serakah. Kesadaran akan keterbatasan hidup sebagai manusia ini, membawa mereka pada pengertian bahwa pada akhirnya tidak ada seorang pun yang bisa luput dari kebinasaan, baik mereka yang berhikmat maupun orang-orang bodoh, semua orang pasti akan binasa. Oleh karena itu, bani Korah mengupayakan supaya hidup mereka tetap berhikmat dan merasakan kedamaian.
Sebagai orang beriman, kita tentu percaya bahwa hanya Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati kita. Segala upaya untuk mencari keabadian hidup hanyalah usaha yang sia-sia. Maka sebagai orang percaya sudah seharusnya kita pun juga selalu mengupayakan untuk mencari hikmat dan pengertian yang baik tentang kasih Allah dalam hidup ini, sehingga dalam menjalani kehidupan ini, kita tidak hanya berfokus mengejar harta benda saja, namun juga mendapatkan kasih dan berkat Tuhan Allah dalam hidup kita. Mari kita manfaatkan dan isi kehidupan yang singkat ini dengan hikmat dan bijaksana agar kita dapat merasakan damai sejahtera yang Tuhan berikan kepada kita. Amin. [RES].
“Kala kucari damai hanya kudapat dalam Yesus.”