Merawat Kepercayaan Pancaran Air Hidup 18 September 2022

Bacaan: Lukas 16 : 1 – 13 ǀ Pujian: KJ. 446 : 3 – 4
Nats:
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar dalam perkara-perkara besar.” (Ayat 10)

Senang rasanya ketika dalam hidup ini kita dipercaya oleh orang lain untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan, apalagi bila sesuatu yang dipercayakan kepada kita itu adalah hal yang sangat berharga, seperti menjadi seorang pemimpin perusahaan, bendahara, menyimpan dokumen yang berharga, mengurus lahan, menyimpan rahasia seseorang, dsb. Tentu tidak hanya sekedar rasa senang yang timbul namun juga ada sebuah kebanggaan dalam diri. Menjadi seseorang yang dipercaya tentunya tidak lepas dari tantangan, baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Seperti halnya perumpamaan bendahara yang tidak jujur ketika ia diperhadapkan dengan masalah. 

Bendahara yang tidak jujur adalah gambaran dari seorang yang telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Ketidakjujuran bendahara ini melalui proses yang panjang tidak hanya sekali saja. Diawali dari niat mencari rasa aman lalu dilanjutkan dengan mencari keuntungan sendiri, hingga pada akhirnya dia melupakan kepercayaan yang diberikan oleh tuannya. Perumpamaan ini dipakai oleh Tuhan Yesus untuk mengingatkan kita yang diberi kepercayaan melalui hidup, pekerjaan, keluarga, alam, dsb. Semua yang kita lihat, rasakan, dan terima dalam hidup ini adalah berkat yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Menjadi tugas bagi kita untuk mewartakan kerajaan Allah. Sudahkah semua pemberian dan berkat Tuhan itu, kita gunakan untuk mewartakan kerajaan Allah? Ataukah hanya kita pergunakan untuk kesenangan diri kita sendiri?

Mari kita bercermin dan sejenak mengintropeksi diri. Firman Tuhan telah kita terima, bekal hidup di dunia juga telah disediakan Tuhan bagi kita. Untuk itu mari kita mulai kebiasaan hidup kita setiap hari dengan mensyukuri hidup, waktu, pekerjaan, keluarga, alam atau peristiwa apapun yang kita alami, sembari terus taat kepada Tuhan. Rawatlah kepercayaan yang telah diberikan Tuhan dan orang lain kepada kita. Lakukanlah tanggungjawab kita, menjaga ciptaan Tuhan serta wartakan firman-Nya dengan sukacita, bukan sekedar sebisa kita tetapi dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh. Amin. [Ry].

“Setia kepada Tuhan adalah kunci merawat kepercayaan

 

Bagikan Entri Ini: