Beratnya Menerima Renungan Harian 18 Oktober 2018

18 October 2018

Bacaan : Roma 15 : 7 – 13  |  Pujian: KJ 332
Nats: “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, Untuk kemuliaan Allah” [ayat 7]

Menerima adalah hal mudah untuk dilakukan. Itu benar, terutama jika yang diterima itu yang enak-enak dan yang baik-baik. Menerima ater-ater nasi kotak itu mudah,apalagi jika ditambah es kolak dan sepotong semangka segar sekalian. Hhmm…enak! Menerima pertolongan orang lain saat mobil kita tiba-tiba mogok di tengah jalan juga mudah. Syukurlah…sudah ditolong dalam kondisi darurat. Tapi bagaimana jika yang harus diterima adalah sesuatu yang sering kita anggap sebagai yang buruk, jelek dan tidak enak? Wah…nanti dulu, tidak semua orang bisa menerimanya dengan baik.

Menarik bahwa dalam surat yang ditujukan kepada Jemaat Roma, yang tak terlalu dikenalnya secara personal, Rasul Paulus menyampaikan nasihat yang cukup spesifik. Ia menganjurkan anggota Jemaat di Roma untuk saling menerima seperti Kristus telah menerima kita (ay.7). Nampaknya, Paulus mengandaikan Jemaat Roma berkonteks sama dengan Jemaat-jemaat lain yang telah dikenalnya dengan baik, semacam Efesus atau Filipi yang memiliki masalah perbedaan latar belakang budaya dan tradisi (Kristen Yahudi dan Kristen Yunani). Perbedaan ini tentu adalah hal yang jamak terdapat dalam jemaat Kristen yang masih sangat muda saat itu. Namun yang jadi masalah adalah saat pihak-pihak yang berbeda itu tak bisa saling menerima dan malah saling berprasangka. Prasangka inilah yang membuat jemaat-jemaat terancam pertikaian dan perpecahan. Oleh sebab itu, Paulus meminta mereka saling menerima dengan dasar analogi penerimaan yang telah dilakukan oleh Kristus dengan tujuan untuk kemuliaan Allah.

Tak semua orang dalam hidup kita mudah untuk diterima. Kadang ada saja orang yang sulit, yang menyebalkan dan membuat kita tak nyaman. Namun, saat bertemu dengan orang macam itu ingatkan himbauan Paulus: terimalah orang lain, sama seperti Kristus menerima engkau. Selamat menerima! [Rhe]

“Prasangka adalah tembok yang tak pernah benar-benar ada,namun membuat kita tak mampu menerima.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak