Bedjo Renungan Harian 18 Mei 2020

Bacaan : Kisah Para Rasul  27 : 39 – 44   |  Pujian  : KJ. 408
Nats
: “Tetapi perwira itu ingin menyelamatkan Paulus” (ay.43)

Tentu kita sering mendengar istilah “bilahi slamet.” Bilahi adalah celaka, sementara slamet adalah selamat. Bagaimana sebuah bencana atau celaka disebut selamat? Tentu saja yang dimaksud adalah walau ada bencana tetapi bencana itu tetap membawa keselamatan atau terhindarkan dari musibah yang lebih besar lagi.

Sepanjang pasal 27 Kisah Para Rasul kita melihat bagaimana Paulus dan beberapa orang lain sedang mengalami bencana yang bertubi-tubi. Pertama, Paulus dan rombongan hendak dibuang ke sebuah daerah pengasingan yang untuk sampai ke tempat itu harus ditempuh dengan perjalanan air yaitu naik kapal. Kedua, dalam pelayarannya, kapal itu dihantam badai yang dahsyat dan hampir menenggelamkan kapal dan semua orang di dalamnya. Ketiga, setelah bencana alam terlewati dan kapal itu terdampar di sebuah daratan asing, ancaman dan bencana berlanjut dengan rencana pembunuhan dari para prajurit kepada Paulus dan para tawanan lainnya. Bertubi-tubi dan silih-berganti ancaman dan bahaya dialami Paulus.

Namun demikian, dalam setiap bencana selalu ada jalan keluar dan hikmah. Demikian juga yang dialami oleh Paulus. Niat pembunuhan yang dialami oleh Paulus dan para tawanan lainnya pun dapat terselesaikan dengan tampilnya pemimpin pasukan pengawal tahanan itu. Bahkan perwira itu menghendaki supaya semua orang hidup dan selamat. Oleh sebab itulah setiap orang diminta menyelamatkan diri dengan memakai berbagai sarana yang ada.

Disinilah kita melihat betapapun bahaya dan ancaman terus menghantui kehidupan kita tetapi jika kita tetap setia melakukan kebaikan maka selalu saja ada orang baik yang bahkan seolah itu musuh kita akan memberikan pertolongan. Sebab memang ketika kapal itu dalam masalah besar karena dihantam ombak, Paulus selalu melakukan kebaikan dan bahkan memberikan nasehat dan menguatkan semua orang. Hasil dari kebaikan Paulus itulah yang menggerakkan perwira pemimpin pasukan itu berbuat baik juga kepada semua orang. Amin. (to2k)

“Jangan jemu berbuat baik walau kita tidak tahu saat kapan kita akan menuai hasilnya”

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •