Bacaan : Wahyu 11 : 16 – 19 | Pujian : KJ 289 : 1, 2, 8, 9
Nats : “Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, …” [ayat 17]
“Yah, untuk apa kita ikut Undhuhundhuh? Nanti uangnya cepat habis lho..?” tanya si adek melihat ayahnya sedang asyik membungkus parcel untuk Undhuh-undhuh. Sang ayah hanya tersenyum dan kembali melanjutkan kegiatannya. Adakah yang memiliki pemikiran seperti si adek? Baiklah kita bersama merenungkan asal mula setiap hal yang kita miliki sekarang. Uang, rumah, pekerjaan, keluarga dan diri kita ini asalnya dari mana? Mungkin kita bisa menjelaskan bagaimana sejarahnya. Begini dan begitu lalu adalah halhal tersebut. Tetapi jika pertanyaan bagaimana asalnya terus diajukan, kita akan kebingungan dan menjawab ’embuh’. Tetapi berbeda dengan para tua-tua yang dijumpai Yohanes dalam penglihatannya, mereka paham betul dengan bagaimana semuanya itu.
Melalui Wahyu, Yohanes bersaksi melihat para tua-tua menyembah Allah dan berkata, “Kami mengucap Syukur kepada-Mu ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, …” (ayat 17). Para tua-tua itu sadar bahwa Allah telah ada dan sudah ada di sepanjang sejarah manusia. Allah paham betul bagaimana keberadaan manusia, lengkap dengan sejarahnya. Allah tidak pernah absen untuk menyertai dan menuntun hidup manusia. Bahkan, ada hal yang perlu kita ingat, bahwa manusia adalah bagian ciptaan-Nya yang berharga. Maka tidak heran jika Allah paham betul upah apa yang akan diberikan pada pada manusia orang per orang. Keberadaan-Nya ini menjadi dasar kita mengungkapkan syukur.
Setelah percel itu rapi, ayah mendekati si adek dan berkata: “Nak, apapun yang kita miliki sekarang adalah milik Tuhan Allah yang telah ada sejak awal mula. Allah sudah mencukupkan kebutuhan kita, kini dan nanti, jadi tidak usah khawatir. Semua sudah ada kok. Nah, ikut mempersembahkan sesuatu dalam undhuh-undhuh adalah wujud rasa syukur pada-Nya. Kita bersyukur atas besarnya kasih Allah dalam hidup ini.” Amin. [jarwi]
“Ucaplah syukur pada Allah yang selalu ada dalam hidup kita”