Fokus Pada Kristus Pancaran Air Hidup 18 Januari 2022

18 January 2022

Bacaan: 1 Korintus 1: 4 17 ǀ Pujian: KJ. 37A
Nats:
“Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil, … supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.(Ayat 17).

Pengalaman hidup menyaksikan bahwa dimana-mana seringkali terjadi perselisihan, baik di rumah tangga, di kantor, apalagi di dunia politik. Termasuk juga di tempat yang seharusnya menjadi “damai sejahtera”, yakni di dalam gereja. Bahkan di tempat yang terakhir ini, terkadang perselisihan itu sulit diselesaikan dan mendapat solusi.

Paulus menulis suratnya yang pertama kepada jemaat Korintus, dalam rangka menanggapi permasalahan yang muncul di dalam jemaat itu. Pada bagian awal suratnya, Paulus menyatakan bahwa jemaat Korintus adalah orang-orang kudus. Karena itu, Paulus mengucap syukur karena ia tahu bahwa Allah telah melimpahi mereka dengan berbagai anugerah, yang membuat mereka menjadi kaya dalam berbagai perkataan dan pengetahuan. Sekalipun jemaat Korintus sedang menghadapi masalah perselisihan, Paulus menyatakan keyakinannya bahwa Allah akan meneguhkan mereka, sehingga mereka tak bercacat pada hari Tuhan kelak.

Paulus menyampaikan untuk menyelesaikan perselisihan atau perpecahan di jemaat Korintus, kedua pihak harus berusaha hidup secara “rohani” dengan bercermin pada kehidupan Yesus Kristus, baik dalam perkataan, perasaan, pikiran, maupun tindakan. Paulus menasihatkan agar jemaat Korintus hidup bersekutu, selalu seia sekata, serta sehati sepikir. Dengan hati yang sama-sama rindu dan sepakat untuk memiliki hidup yang rohani, maka jemaat Korintus akan lebih erat dan bersatu, sehingga tidak terjadi perselisihan. Penekanan pada nama Yesus Kristus yang telah memanggil, menguduskan, serta menganugerahi jemaat Korintus dengan berbagai karunia, memperlihatkan keyakinan Paulus untuk melihat permasalahan yang dihadapi jemaat Korintus dari sudut pandang Kristus. Sehingga titik awal Paulus dalam memandang masalah yang dihadapi jemaat Korintus tersebut adalah ucapan syukur kepada Allah.

Surat Paulus ini kiranya menolong kita ketika berhadapan dengan masalah-masalah di dalam jemaat. Mari kita ingat, jangan letakkan fokus perhatian kita pada masalah yang menghadang kehidupan dan kemajuan jemaat, melainkan mari berfokus pada Kristus, yang berkuasa memanggil dan menguduskan kita, serta menganugerahi jemaat dengan berbagai karunia bagi kemuliaan nama-Nya. Amin. [MTS].

 Seribu teman terasa kurang, setengah musuh terasa lebih!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak