Mengendalikan Diri Dan Keinginan Pancaran Air Hidup 18 Februari 2026

18 February 2026

Bacaan: Matius 6 : 1 – 6, 16 – 21  |  Pujian: KJ. 424
Nats: “… supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Ayat 18)

Pernahkah saudara berpuasa? Berapa hari saudara berpuasa? Dan apa tujuan saudara berpuasa? Puasa adalah upaya untuk mengendalikan diri dan keinginan dengan tidak makan dan minum. Terkait waktu, tentu bergantung pada kita yang melakukannya, bisa 1 hari, 3 hari, 1 minggu, 1 bulan. Demikian pula orang berpuasa memiliki tujuan yang bermacam-macam, ada yang  ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, ada yang sedang bernazar, ada yang ingin harapan dan permohonan doanya dikabulkan Tuhan. Puasa baik dilakukan sebagai upaya disiplin rohani agar kita mampu mengendalikan diri dari keinginan-keinginan duniawi dan terlatih untuk fokus mendekatkan diri kepada Tuhan dan mencari kehendak-Nya.

Bagian bacaan kita pada Rabu Abu saat ini mengajarkan kita tentang hal bersedekah, berdoa, dan berpuasa. Tentang hal bersedekah, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita memberi dengan tersembunyi, “jangan diketahui tangan kiri apa yang diperbuat tangan kanan” (Ay. 3-4). Artinya kita memberi sedekah dengan tulus ikhlas tanpa pamrih. Tentang hal berdoa, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita masuk kamar, menutup pintu, dan berdoa (Ay. 6). Hendaknya doa kita tidak bertele-tele (Ay. 7). Sedangkan tentang hal berpuasa, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita meminyaki kepala dan mencuci muka supaya jangan dilihat orang lain bahwa kita sedang berpuasa, melainkan hanya Bapa yang melihat (Ay. 17-18). Artinya pada saat kita berpuasa tidak perlu diperlihatkan kepada orang lain. Puasa adalah waktu bagi kita untuk membangun kelekatan yang erat dengan Tuhan.

Mengawali masa pra paskah saat ini, kita diajak untuk melihat kembali perjalanan iman kita bersama Tuhan. Bagaimana relasi dan komunikasi kita dengan Tuhan? Rabu Abu menandai kesiapan dan kesediaan kita untuk terus terhubung dengan Tuhan. Kesiapan itu kita tunjukkan melalui tekad dan semangat kita untuk selalu berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Kesediaan kita juga dapat kita wujudkan melalui laku berpuasa, berpantang, dan bersedekah. Mari memulai masa raya Paskah saat ini dengan hati yang bersih, kesiapan untuk ikut serta melayani, dan kesediaan untuk mengendalikan diri dari keinginan-keinginan jasmani kita. Bersama kita jalani masa raya Paskah kali ini dengan sungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Amin. [AR].

“Mengendalikan diri dan keinginan adalah bagian dari disiplin rohani umat Tuhan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak