Phronei Renungan Harian 18 Agustus 2020

18 August 2020

Bacaan : Roma 11 : 13 – 29 |     Pujian :  PKJ. 280
Nats:
“Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!” (ayat 20b)

Rasa bangga terhadap sesuatu yang menyukacitakan hati merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Bangga (KBBI) dapat diartikan besar hati, merasa gagah karena mempunyai keunggulan, misalnya bangga menjadi Warga Negara Indonesia karena telah merdeka 75 tahun, bangga mempunyai anak yang berhasil dalam sekolah dan mendapat pekerjaan yang baik di BUMN, bangga mempunyai pasangan hidup yang baik, jujur, dan pengertian, dsb. Tapi kebanggaan yang berlebihan, tidaklah baik karena membuat kehilangan daya kritis dan memandang rendah orang lain. Seperti halnya paham Chauvinisme – ajaran mengenai cinta tanah air dan bangsa yang berlebihan, seperti yang dilakukan oleh Hitler, pemimpin Jerman yang dikenal dengan propaganda “bangsa arya”. Apakah di dalam keimanan ada? Tentu ada, biasa disebut dengan paham Chauvinisme-Religius yaitu ajaran mengenai cinta terhadap agamanya yang berlebihan sehingga menganggap agama lain salah atau lebih buruk dari agamanya. Inilah yang menjadi peringatan keras Rasul Paulus kepada para pengikut Kristus di kota Roma.

Orang Kristen dan orang Kristen Yahudi merupakan penduduk minoritas yang mengalami diskriminasi dan tekanan dari banyak orang  yang menolak kekristenan. Oleh karena itu Rasul Paulus memberikan semangat, motivasi dan penguatan kepada orang Kristen di Roma supaya mereka tetap semangat dalam mewujudnyatakan imannya dalam hidup. Hidup dalam iman Kristen adalah anugerah yang telah Allah nyatakan bagi mereka yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tentu hal ini dapat membuat kita berbangga tapi tidak boleh sombong, seperti di ayat 20b. Kata jangan sombong  dalam bahasa Yunani adalah Phronei, yang artinya tidak menjadi sombong untuk memiliki pengertian atau untuk berpikir. Dalam hal ini Allah menghendaki supaya kita memiliki pengertian akan iman dan takut jika anugerah Allah itu hilang. Sebab itu hendaknya kita semakin setia dalam mewujudkan hidup yang seturut dengan kehendak Allah seperti di dalam firman-Nya. Gereja tidak cukup hanya berbangga dengan kejayaan masa lalu dan mengabaikan tanggung jawab saat ini. Mari kita memiliki pengertian tentang GKJW ke depan dan mengandalkan Tuhan Yesus dalam tumbuh kembang dan pembangunan GKJW. (Kulz).

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak